"Vina yang saya kenal sebelumnya tidak seperti ini. Dia—" "Apa? Lebih jahat? Suka buat onar?" potongku cepat. Aku kembali melanjutkan langkah. Sudah bosen rasanya mendengar kata-kata itu. "Dia bukan orang yang mau meminta maaf ...." Ah apa katanya barusan? Apa aku gak salaha denger? Apa dia muji aku? Lah ... tapi— "Bukan juga orang yang mudah nangis saat salat dan bukan orang yang diam saja saat dihina." Sepertinya Hamzah mabuk kecubung! Aku harus lari sekarang sebelum aku difitnah meracuni Hamzah. "Jadi ... siapa kamu—" . . Plak Aku kenal betul dengan suara itu. Suara yang dihasilkan dari gesekan tangan ke pipi seseorang—Hesti menampar keras Karin. Karin mengeluh kesakitan, tapi tak berani protes. "Zayn bilang kehadiran kamu di acara waktu itu merusak semua rencannya! Dia jad

