Session 2 DIMAS WARDHANA

1921 Kata

"Saya terima nikah dan kawinnya Elfara Adriana Winata binti Fakhri Hendrawan Winata dengan mas kawin tersebut, tunai!" Namaku terdengar cukup indah di telinga saat Dimas Wardhana melantunkannya dalam kalimat kabul yang diucapkan di depan papaku dan juga penghulu pagi ini. Aku tak peduli, bagaimana orang akan memandangku setelah ini. Andaikan ada yang menyematkan julukan pagar makan tanaman, duri dalam daging, atau mungkin … musuh dalam selimut, itu juga bukan menjadi masalah buatku. Satu yang pasti, dengan menikahi Dimas, itu artinya … aku bisa membuktikan pada Zahwa jika aku memang selalu lebih baik dari dirinya yang cuma seorang benalu. "Bagaimana saksi? Sah?" "Sah!" Para saksi menyahut ucapan Pak penghulu dengan penuh semangat. Hal itu semakin menegaskan jika memiliki seorang Dimas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN