"Ya udah, Bro. Gue pamit duluan. Nyokap nyuruh gue pulang." Andre pamit pulang saat sang mama menelepon. "Sip. Hati-hati di jalan, nggak usah nyangkut di rumah janda." Mas Aryan tertawa pelan setelah meledek sahabat yang sama konyolnya dengan dirinya. "Jiahaha tobat gue, kan, lagi usaha cari yang baik-baik. Siapa tahu, dapat yang sebaik Sandra. Tapi lain cerita, sih, kalau bini lu yang jadi janda. Sumpah, ridho gue nampung jandanya dia," balasnya terdengar ringan tanpa rasa berdosa. "Wagelaseh. Sahabat durhaka lu, doain bini sohib lu jadi janda. Lu pengen gue mati?" Andre tertawa terbahak sebelum benar-benar pergi. Membuatku menggeleng kepala berulang kali melihat dua sahabat yang sama 'rusaknya' itu. Tak lama setelah kepergian Andre, mama mertua ditemani Papa dan Dimas, datang menjen

