"Yan, lo liat sendiri, kan, bini lo orangnya kayak gimana? Dari dulu elo nggak percaya, sih sama gue. Terbukti, 'kan sekarang gimana? By the way, semua keputusan ada di tangan lo sepenuhnya, Aryan Wardhana." Andre menyunggingkan senyum licik padaku yang kali ini seolah tak punya lagi kekuatan untuk berdiri. Hatiku bergemuruh hebat mendengar lelaki bertubuh jangkung yang terlihat begitu lancar dalam mengucapkan kata demi kata yang jelas-jelas tengah menyudutkanku. Tak kusangka, ternyata Andre sejahat ini. "Jangan mengada-ngada, ya, memangnya apa yang kuperbuat denganmu, ha?" Aku yang merasa menjadi korban atas jebakan yang sepertinya sengaja dilakukan oleh Andre, membentak lelaki bermata hazel yang seperti memandang rendah padaku. "Cukup, Sandra! Nggak usah berkelit lagi. Ngak nyangka

