Sayang

1567 Kata

Aku berusaha melepaskan diri saat rasa sesak dalam dadaku kian menghimpit. Tidak. Aku bukan cemburu saat suamiku menyebut nama Zahwa dalam tidurnya. Aku … aku hanya berkecil hati karena dunia ini selalu tak adil padaku. Kenapa dia? Kenapa selalu dia yang mencuri hati dan meraih simpati banyak orang? Bahkan, papaku sendiri acap kali membandingkan dan menyarankan agar aku bisa bersikap baik seperti gadis kalem yang pandai berdrama itu. Ah … benarkah tak ada cinta yang tersisa di dunia ini setelah mamaku pergi? Kenapa seperti tak ada yang berpihak padaku? Kenapa semua seperti membenciku? Air mataku kembali menetes dengan isak tangis tertahan saat dia terus melayangkan cumbuan, sedangkan bibirnya tak henti menyebut satu nama yang membuatku muak. "Mas … lepasin!" Akhirnya, aku yang lelah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN