Mama mertua yang baru keluar kamar tampak geram saat mengetahui Mas Aryan nekat datang ke rumah ini meski sang mama sudah jelas-jelas melarangnya. "Aryan! Berani sekali kamu menginjakkan kaki di rumah ini!" berang mama mertua ketika melihat anak sulungnya keluar dari kamar mandi. Raut wajah Mas Aryan yang sedikit pucat, bahkan tak menghalangi Nyonya Airin bersikap bengis pada putra sulungnya. Melihat kemarahan mama mertua pada suamiku, ada yang tercubit di dalam sini. Rasanya tak sampai hati melihatnya diperlakukan sekejam itu. Namun, jika mengingat pengkhianatan yang dilakukan, rasa iba padanya menguap entah ke mana. "Ma, Mama harus percaya kalau aku udah tuh nggak ada hubungan apa-apa lagi dengan Mela." Mas Aryan mendekati sang mama dengan wajah pucat memelas. Nyonya Airin memalingk

