Tolong ...!

1460 Kata

Mas Aryan terlihat cemas ketika melihatku terduduk lemas. "Kenapa, Sayang?" Suami yang belakangan ini menjelma jadi sosok yang begitu penyayang, memindai wajahku yang mungkin terlihat pucat. "Mela, Mas," jawabku lirih dan tanpa gairah. Ya, menyebut sekaligus mengingat nama itu memang membuat hatiku ngilu. Ngilu saat membayangkan jika dia sampai berbuat nekat untuk membalas rasa sakit hatinya. Mas Aryan menghela napas panjang dan lantas mengembuskannya dengan kasar. "Mau apa lagi dia?" tanyanya dengan nada kesal lantas mengusap wajahnya dengan kasar. "Katanya mau balas dendam," ungkapku yang sontak membuat perbedaan raut wajah suamiku. "Nyesel aku, Ndra. Sumpah nyesel banget kenapa dulu pernah jatuh cinta sama dia." Ucapan Mas Aryan terdengar berat. Membuatku menatapnya dengan pandan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN