BAB-3. DAJJAL.
Tidak. Motor itu tidak menabrak Sky hingga Sky meninggal. Dia hanya mengarahkan motornya ke tubuh samping Sky dan menyebabkan cidera ringan. Sekaligus membuat Sky tersungkur ke tanah. Merkurius memanfaatkan kesempatan itu menggendong dan membawa Vellerie dari sana. Gadis itu masih sadar. Ia tersenyum kecil.
Bagus, Vall! Kerja bagus! Merkurius berteriak dalam hati. Ia akhirnya tahu kenapa Vallerie menghubunginya di detik-detik terakhir. Gadis itu ingin mengumpulkan bukti lebih banyak untuk membalaskan dendamnya pada Sky. Meski hatinya sakit melihat kondisi Vallerie, Merkurius tetap bangga pada tindakan gadis itu.
Tak jauh dari sana, sebuah mobil telah menunggu mereka. Merkurius berlari menuju mobil tersebut dan bergegas masuk sembari menggendong Vallerie. “Bertahanlah, tolong!”
“Hmmm…”
“Lucas, rumah sakit!”
“Ya.” Lucas menginjak pedal gas. Ia berpaling untuk melihat kondisi Vallerie. “Apa dia baik-baik saja?”
“Kuharap begitu.” Merkurius menjawab dengan suara gemetar. “Tidurlah, Vall. Kamu aman sekarang.”
“Bolehkah?”
“Tentu.”
Vallerie menutup matanya dengan cepat. Merkurius dan Lucas berpikir gadis itu mungkin sedang tertidur. Waktu menunjukkan pukul tiga dini hari. Ini memang saatnya semua orang beristirahat. Tanpa mereka sadari, Vallerie sebenarnya sedang pingsan.
“Kamu melihatnya?” Lucas memulai pembicaraan. Di belakangnya, Merkurius mengusap darah yang mengalir di beberapa bagian tubuh Vallerie. “Jangan dibersihkah! Biarkan saja begitu. Kita butuh bukti lebih banyak jika ingin menghancurkan berandal itu.”
“Bukankah kita punya cukup banyak bukti?”
“Lebih banyak lebih baik. Percayalah padaku.” Lucas meyakinkan. “Apa yang kamu lihat? Apa kamu sempat merekam berandal itu menganiaya Vallerie?”
“Ya.” Merkurius mengepalkan tangan hingga buku-buku jarinya memutih. “Aku melihat dan merekam semuanya. Kini aku tahu kenapa Vallerie menghubungiku sekarang. Jika dia melakukannya sebelum hari ini, mungkin kita tidak bisa memperoleh bukti sebanyak ini.”
“Sebenarnya, untuk menyeret berandal itu ke penjara, video yang dikirim oleh Vallerie sudah cukup. Tapi jika kita bisa mendapatkan lebih, kenapa tidak? Kita harus memberi pelajaran pada babi sepertinya.”
“Kukira kamu akan menyebut dia anjing.”
“Anjing bahkan jauh lebih baik darinya.”
“Haruskah kupanggil dia babi hutan?”
“Hmbb…” Merkurius tampak berpikir. “Apa hewan paling menjijikkan di dunia ini?”
“Dajjal.” Lucas menjawab asal.
“Mulai sekarang mari panggil dia Dajjal.” Lucas kembali melirik sekilas pada Vallerie. “Kuharap dia baik-baik saja.”
Merkurius mengambil napas dalam-dalam. Satu-satunya yang bisa dia lakukan adalah melindungi Vallerie. Mungkin suatu hari nanti Sky akan kembali menemui gadis itu dan melakukan percobaan pembunuhan. Merkurius tidak bisa membiarkan hal itu terjadi. Selama ini Vallerie sudah cukup menderita dengan semua hal yang dilakukan oleh Sky padanya. Dia tidak akan membiarkan Sky kembali menghancurkan Vallerie lagi.
“Seharusnya kamu mengatakannya sejak dulu.” Setelah hening yang lumayan panjang, Lucas memulai pembicaraan lagi.
“Apa?”
“Jangan pura-pura tidak tahu.”
“Apa?” Merkurius masih memandangi wajah pucat Vallerie.
“Seandainya kamu mengatakannya sejak dulu, mungkin sekarang kalian baik-baik saja.”
“Tidak ada yang perlu dikatakan.”
“Kamu hanya terlalu takut jatuh cinta lagi.”
Merkurius tersenyum. “Tidak juga.”
“Sudah tiga tahun, Mer. Apa kamu akan terus begini?”
Mobil melaju jalan utama. Akhirnya. Setelah puluhan kilometer mereka kembali bisa melihat gedung-gedung pencakar langit menjulang tinggi dan angkuh. Bintang-bintang masib terlihat jelas di atas langit. Merkurius mengacuhkan ucapan Lucas.
“Tiga tahun lalu dia pergi meninggalkanmu demi laki-laki lain. Kalian masih muda saat itu. Wajar saja jika kalian mudah jatuh cinta. Sekarang saatnya membuka hati. Membuka lembaran baru.” Lucas berhenti di lampu merah. Pukul empat dini hari, mereka sudah berkendara selama lebih dari satu jam. “Perasaanmu padanya tidak pernah salah. Kamu menyukainya. Hanya saja kamu takut memulai kembali. Lalu kamu membiarkannya bersama Si Dajjal dan beginilah kalian berakhir.”
“Dia sedang mengandung.”
Lucas tidak tampak terkejut. “Kamu bisa saja jadi ayah dari anak itu seandainya sejak awal kamu menyatakan perasaanmu. Vallerie pernah menaruh rasa itu juga padamu. Kamu mengabaikannya. Kamu mengacuhkannya seolah dia bukan seorang gadis. Bukan salahnya jika dia akhirnya jatuh hati pada Sky. Dajjal itu memberinya perhatian dan kasih sayang yang dibutuhkan oleh kebanyakan gadis seperti Vallerie.”
Merkurius mendengar ceramah Lucas dengan hati dongkol. Benar. Tiga tahun lalu adalah titik terendah kehidupan percintaannya. Saat dia tengah berada di puncak manis percintaan dengan seorang gadis manis yang berhasil mengambil seluruh hatinya. Lalu gadis itu pergi. Pergi dengan seorang laki-laki yang baru dikenalnya. Dan sejak hari itu Merkurius mulai kesakitan. Dia bertekad tidak ingin jatuh cinta lagi.
Hinga akhirnya Vallerie datang. Gadis itu ceria dan cukup manis. Seorang gadis dengan penuh semangat meski hanya hidup sebatang kara. Merkurius melihat bagaimana Vallerie bertahan setelah kepergian ibunya. Bagaimana gadis seperti dia tetap melanjutkan hidup di tengah segala tekanan yang ada. Tanpa dia sadari, Merkirius jatuh hati padanya. Namun… sesuatu menghalanginya. Rasa sakit di masa lalu itu tak mampu membuatnya cukup kuat untuk menyatakan dan mengakui perasaannya pada Vallerie.
“Mungkin memang lebih baik kamu menyembuhkan lukamu terlebih dahulu sebelum memulai kembali hubungan dengan seseorang. Aku bercanda soal menyarankanmu untuk menyatakan peraanmu. Lukamu memang harus sembuh sebelum kamu mengobati luka orang lain.”
Merkurius tidak menjawab. Dia terlalu lelah untuk memikirkan dirinya sendiri. Tidak ada waktu untuk kisah cintanya sekarang. Yang adalah bagaimana mereka akan mengobati Vallerie. Bukan hanya fisiknya yang sakit, mentalnya pun tidak baik-baik saja sekarang.
“Dia akan baik-baik saja. Tenanglah!” Lucas kembali meyakinkan. “Ngomong-ngomong kita hampir sampai.”
“Ya.”
“Aku sudah memesan kamar untuknya. Jadi dia tidak perlu dibawa ke IGD. Kita bisa langsung membawanya ke ruang perawatan. Dokter akan memeriksa keadaannya.”
“Terima kasih.”
“Jika kamu tidak sanggup menemaninya. Jika kamu masih takut kembali jatuh cinta lagi, aku akan dengan senang hati menemani Vallerie sampai dia benar-benar sembuh. Di dunia ini tidak banyak yang dia miliki. Aku akan menjadi salah satu teman yang bisa dia andalkan.”
Bagaimana jika dia justru menyukaimu? Pertanyaan itu muncul begitu saja di benak Merkurius.
“Jika nanti aku jatuh cinta padamu, aku tidak akan segan-segan menyatakan perasaanmu. Gadis seperti Vallerie hanya membutuhkan cinta yang tulus. Kurasa dia akan menerimaku.”
“Hei!” Merkurius protes dengan satu kata singkat.
“Aku serius.” Lucas mengedikkan bahu. “Lagipula orangtuaku menyuruhku untuk menikah. Vallerie kandidat yang cukup baik. Dia pintar, cerdas, keibuan-“
“Tutup mulutmu, Lucas!”
“Aku tidak pernah main-main dengan ucapanku, Merkurius. Aku bersedia menikahinya jika tidak ada yang bertanggung jawab atas anak itu.”