55

1674 Kata

Lampu gantung dengan cahaya kuning di tengah ruangan pendopo Wicaksana memantulkan cahaya lembut, membuat bayangan pilar-pilar kayu jati terlihat panjang di lantai. Udara malam Solo yang dingin merayap masuk melalui celah-celah angin. Raden Ayu Kirana baru saja bangun. Tenggorokannya kering setelah mengistirahatkan tubuhnya sejenak sejak sore. Ia turun dari dipan perlahan, mengambil selendang tipis dan berniat menuju pawon untuk minum air putih. Namun baru ia melewati tengah pendopo— Tok… tok… tok… Suara ketukan pintu utama terdengar jelas di keheningan malam. Ayu otomatis berhenti melangkah. Alisnya berkerut. Jantungnya ikut menegang. Antara takut… dan penasaran. Bertamu di jam segini? Siapa? Ingin melihat siapa tapi ragu. Hingga suara berat Eyang muncul di keheningan malm. Dari ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN