53

1555 Kata

Malam turun perlahan di pendopo utama Maheswara. Angin berhembus lewat jendela kayu jati, membawa aroma dingin dan suara serangga malam. Di kamar tamu yang selama ini jarang ia sentuh, Raden Arya duduk membatu di tepi ranjang. Kepalanya menunduk, kedua tangannya mencengkeram rambut. Hari ini… Hari ini dunia mencabutnya sampai ke akar. Semua sudah selesai. Selesai hingga dirinya hancur berantakan. Sebelum merasakan kasih dan cinta yang tulus dari istri sahnya. Apa ini karma? Entahlah. Ia baru saja kehilangan Ayu disaat dirinya sudah mulai merasakan cinta yang nyata itu. Ya Raden Arya mencintai Raden Ayu Kirana. Namun semuanya hilang. Ia benar-benar kehilangan seseorang yang baru ia sadari sebagai rumah. Dan sekarang, amplop itu. Amplop yang disodorkan Eyang Adiguna tanpa kata banyak. Am

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN