Deru mesin pabrik menggema ritmis di dalam bangunan luas itu. Aroma bahan baku bercampur dengan bau besi hangat—tanda produksi sedang berjalan seperti hari-hari biasa. Raden Ayu berdiri di tengah lantai produksi, tenang dan tegak, mengenakan setelan kerja bernuansa nude–beige. Blazer krem muda jatuh rapi membingkai bahunya, dipadukan dengan camisole putih lembut di dalamnya. Celana bahan berpotongan lurus menegaskan siluet kakinya yang jenjang. Sepatu pointed heels senada membuat langkahnya mantap, berwibawa—bukan sekadar cantik, tapi pemilik kendali. Sebagai cucu Wicaksana, pewaris tunggal trah Wicaksana. Rambutnya ditata sederhana, bergelombang ringan sebahu. Riasan tipis, profesional. Tak berlebihan, tapi cukup untuk menunjukkan bahwa ia bukan lagi perempuan yang rapuh enam bulan lal

