Sah

1103 Kata
Orang tua dan anak yang sedang bersitegang itu seketika mengalihkan perhatian saat mendengar ada yang mengucapkan salaam dari arah pintu utama rumah mereka. Mereka tercengang saat melihat kedua orang tua Pak Dave datang bersama dengan rombongan ke rumah Dean dan Naya. Sementara Pak Dave dalang di balik semua rencana ini bersikap tenang seakan tidak terjadi apa-apa saat ini. Tatapan tajam penuh intimidasi yang dilayangkan oleh Kiran ke arah Pak Dave tidak dipedulikan oleh si dosen killer itu. “Sebelumnya kami mohon maaf atas kedatangan kami yang mendadak. Jujur.. Kamu juga terkejut saat anak kami Dave meminta kepada kami untuk datang ke rumah Pak Dean dan bu Naya dengan membawa penghulu hari ini,” ucap Pak Richard. Penghulu? Satu ucapan Pak Richard yang ambigu di indera pendengaran Dean sehingga Dean dan Naya saling menatap dengan tatapan penuh tanda tanya. Sementara Kiran menatap Pak Dean dengan tatapan menghunus tajam. Kinar yang tercengang dengan cepat menutup mulut menggunakan kedua telapak tangannya. “Om Dean dan tante Naya, saya mohon maaf jika ini terkesan mendadak. Tapi saya telah memikirkan semua ini dengan matang. Saya memutuskan untuk menikahi Kiran hari ini. Resepsi pernikahan bisa kita bahas dan kita bicarakan kembali nanti. Kiran kan hari ini ingin pergi meninggalkan rumah. Jadi Kiran harus pergi meninggalkan rumah dengan saya. Kiran akan tinggal di rumah saya sebagai suami istri yang sah dan halal om, tante..” Dave menjelaskan tujuan meminta kedua orang tuanya datang ke rumah Dean sore ini. “Saya setuju dengan kamu, nak Dave. Kita mulai acara akad nikah ini sekarang. Nanti saya yang akan melegalkan pernikahan kalian agar sah di mata hukum dan negara,” jawab papa Dean. “Papa!” protes Kiran. “Papa tidak menerima penolakan. Kamu tahu itu kan Kiran. Sayang.. Mas minta tolong untuk merias Kiran iya,” tukas Dean. “Gila anda, dosen killer!” Kiran berteriak dengan sangat kencang sehingga semua orang yang berada di ruang tamu tersentak. Naya dan Kinar membawa Kiran ke kamar untuk dirias. Pemberontakan Kiran diacuhkan oleh mama Naya dan Kinar yang tetap merias Kanaya. “Saya terima nikah dan kawinnya Kiran Putri Natasha binti Dean Hardian dengan mas kawin tersebut tunai..” Sah.. Sah.. Sah.. Kalimat ijab qabul diucapkan oleh Pak Dave dalam satu tarikan nafas dengan tegas sore ini disaksikan oleh saksi nikah dan keluarga serta saudara yang datang di rumah papa Dean sore ini. Tampak hadir di sana Alam sahabat Kanaya yang tidak lain kakak sepupu Pak Dean. Suara sah menggema dari para saksi yang menghadiri acara akad nikah Pak Dean dan Kiran sore ini. Akad nikah yang digelar secara mendadak itu menjadi pertanda jika Pak Dave dan Kiran telah sah menjadi suami istri. Halal. Buliran kristal bening mama Naya mengalir di wajah cantiknya saat menyaksikan akad nikah si sulung sore ini. Papa Dean mengusap lembut bahu istri tercinta memberikan ketenangan. Ucapan selamat dari keluarga dan saudara yang menghadiri acara akad nikah sederhana diterima Pak Dave yang tersenyum bahagia dan Kanaya yang menekuk wajah. Canda dan tawa dari keluarga dan sahabat menambah kemerahan suasana akad nikah Pak Dave dan Kiran sore ini. Setelah penandatanganan berkas dan meminta restu kepada kedua orang tua Pak Dave dan Kiran. Acara akad nikah berakhir. Penghulu yang menikahkan Pak Dave dan Kiran telah berpamitan kembali ke rumah. *** “Kita tidur satu kamar?” tanya Kiran dengan membelalakkan mata setelah berada di rumah pribadi Pak Dave. “Iya istriku.. Kita kan susah sah dan halal jadi suami istri,” jawab Pak Dave dengan tenang. “Saya tidak mau. Tidak sudi saya tidur satu kamar dengan anda, Pak Dave,” sanggah Kiran. “Saya ini suami kamu kalau kamu lupa. Jangan panggil saya dengan anda. Panggil saya dengan mas,” tukas Pak Dave. Kiran melangkahkan kaki mendekat ke arah Pak Dave yang sedang berdiri di depan televisi yang berada di kamar pribadinya yang kini menjadi kamar Kiran. Kiran berdecih sembari menatap nyalang ke arah Pak Dave yang kini telah menjadi suaminya, “In your dream!” “Di mana kamar yang harus saya tempati Pak dosen?” tanya Kiran setelah menjauh dari harapan Pak Dave. “Kamar kamu di sini! Tidak ada kamar lain untuk kamu selain di sini istriku,” jawab Pak Dave. “Baiklah. Saya lebih baik tidur di kamar asisten rumah tangga anda daripada saya harus satu kamar dengan anda!” tukas Kiran. Helaan nafas berat terdengar dari bibir Pak Dave. Baiklah. Lebih baik Pak Dave mengalah kali ini daripada terus berdebat dengan wanita tomboy yang kini berstatus sebagai istri Pak Dave. Berdebat dengan Kiran tidak akan pernah selesai. Sifat sangat istri yang keras kepala akan sulit untuk mengalah jika berdebat dengan sang istri. Pak Dave melangkahkan kaki keluar dari kamar dengan mengajak Kiran. “Ini kamar kamu,” ucap Pak Dave setelah berada di kamar yang terletak di samping kamar Pak Dave. Kamar yang tidak kalah luasnya dengan kamar pribadi Pak Dave juga fasilitas yang mewah dan lengkap ini akan menjadi kamar Kiran selama tinggal di rumah Pak Dave. Bagaimana dengan status Pak Dave dan Kiran yang telah resmi menjadi suami istri saat ini? Entahlah.. Dalam benak Kiran tidak ada kata suami dan istri atau pernikahan untuk saat ini. Kiran bersikap acuh jika membahas tentang pernikahan dengan Pak Dave. Pak adace meninggalkan kamar yang kini ditempati oleh Kiran menuju ke kamar pribadinya. Kiran langsung merebahkan diri di atas tempat tidur king size itu. Marah.. Kesal.. Emosi.. Itulah yang kini ada dalam benak seorang Kiran si wanita tomboy dengan segala peraturan yang dibuat oleh Kiran sendiri. “Saya pastikan anda akan menyesal karena anda telah menjadikan saya sebagai seorang istri,” gumam Kiran dengan senyum smirk.v Bagaimana dengan Pak Dave? Si dosen killer itu memilih untuk mengalah dengan Kanaya saat ini. Walaupun sifat Pak Dave sedikit memaksakan kehendak nikah berada di luar kampus. Namun Pak Dave tidak ingin memperkeruh suasana. Jadi lebih baik Pak Dave mengalah untuk dengan sang istri saat ini. Mengalah bukan berarti kalah bukan. Pak Dave memutuskan untuk membersihkan diri karena tubuh Pak Dave terasa lengket setelah seharian beraktivitas dan berurusan dengan Kiran. Apalagi acara akad nikah dadakan yang menjadi ide Pak Dave kali ini seperti drama yang ditayangkan oleh stasiun televisi. Menikah mendadak bukan keinginan Pak Dave. Namun Pak Dave harus melakukan itu demi menjaga Kiran yang memaksakan diri untuk keluar dari rumah kedua orang tuanya tanpa bisa dicegah oleh siapa pun. Pak Dave bertekad akan merubah sifat Kiran menjadi lebih baik lagi. Walaupun itu menjadi sebuah hal yang sulit seperti mencari jarum ditumpukan jerami. Namun Pak Dave tidak akan pernah menyerah sebelum. mencoba terlebih dahulu. Cinta yang kuat dalam diri Pak Dave menjadikan Pak Dave berjuang demi merubah sang istri menjadi lebih baik.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN