Langit Anyer masih terlihat biru gelap di pukul empat pagi. Ia dapat mendengar cekikikan dari tawa teman-temannya di luar tenda. Sepertinya mereka semua sudah terbangun. Juna mengerjapkan matanya, lalu terduduk dengan panik ketika merasa lengannya agak ringan. Cowok itu meraba sebelahnya, dan tak menemukan Rinjani disana. Tenda begitu gelap, karena senter yang diletakkan disudut tadi sudah tidak ada. Apa mungkin Rinjani pergi? Karena perempuan itu membawa senternya. Namun, entah mengapa Juna memiliki feeling buruk soal ini. Dengan panik, ia mencari-cari senter miliknya dan setelah menemukan benda itu, ia menyorot cahayanya ke sekitar tenda yang gelap. Benar, Rinjani nggak ada disini. Juna segera bangkit dan membuka resleting tenda dengan terburu-buru. Saking paniknya, ia bahkan menabrak

