Chapter six

883 Kata
Neyra terbangun dari tidur lelapnya. Menatap jam weker yang berada di samping ranjangnya. Ternyata sudah jam tujuh malam. Neyra lupa untuk melaksanakan sholat magrib. Ia tertidur cukup lama, karena terlalu lelah sahabis pulang sekolah. la menepuk jidatnya. "Astagfirullah gue lupa sholat magrib. Gue sih terlalu kebo." Neyra segera beranjak dari kasurnya menuju kamar mandi, untuk melaksaanakan sholat magrib, Setelah sholat, ia turun ke bawah untuk menemui Mamanya. Terlihat Mamanya tengah bersandar di bahu sang papa sambil menonton siaran televisi. Membuatnya ia iri melihat kedua orangtuanya yang selalu bermesraan di hadapanya. "Ehem. Udah kali mesraanya." Singgung Neyra menatap keduannya. "Iri aja kamu. Makanya nikah," balas Ferdi menatap sang anak yang mukannya sudah di tekuk.  "Apaan sih pah. Nikah mulu deh yang dibahas. Neyra itu udah bilang belum waktunya Neyra untuk nikah. Lagian Neyra masih sekolah," ucap Neyra dengan jelas. "Kamu masih bisa sekolah kok. Apa salahnya sih kamu nikah muda?" tanya sang Papa menatap anaknya. "Tahu ah terserah Papa aja mau bilang apa. Neyra mau makan dulu. Neyra laper," balas Neyra seraya berjalan menuju dapur. Fina dan Ferdi saling tatap. "Kamu yakin sama pilihan kamu buat Neyra?" tanya Fina, Mama Neyra. "Aku yakin. Kamu gak usah khawatir," jawab Ferdi. Fina mengangukkan kepalanya sambil memeluk sang suami. Ia paham perasaan suaminya. Apalagi Neyra hanya satu-satunya anak perempuan mereka. Neyra melihat Kevin yang sibuk mengetik sesuatu di laptonya. Mungkin Kevin sedang mengerjakan tugas yang diberikan dosennya. "Ngapain, Bang?" tanya Neyra seraya duduk di samping Kevin. "Biasa tugas," jawab kevin tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop di hadapannya. Neyra menganggukkan kepalanya lalu berjalan mengambil makanan yang disimpan di lemari dapur. Neyra kembali duduk di samping Kevin. "Bang lo ikut besok ke rumahnya temannya Papa?" tanya Neyra sambil memakan ayam bakarnya. Kevin melirik Neyra sejenak. "Makan gak boleh ngomong," Neyra menunjuk Kevin. "Awas yah lo. Kalo lo sampe bohongin gue." Kevin mengangukkan kepalanya sembari beranjak dan duduknya dan berjalan meninggalkan Neyra. "Hmm iya." "Mau ke mana lo?" tanya Neyra "Kamar. Mau tidur ngantuk," jawabnya bejalan meninggalkan Neyra, takut-takut adiknya akan bertanya lebih kepadanya. Neyra mengedikkan bahunya dan melanjutkan makannya. ... 23.59 Nevan dan anak-anak Reveelix sudah berada di arena balapan. Terlihat Alastar yang berdiri tidak jauh dari hadapan mereka. Revano ketua dari Alastar berjalan mendekati Reveelix. "Siap siap untuk kekalahan lo. Gue yakin lo gak bakalan menang kali ini," ucap Revano menyeringai menatap Nevan. "Segitu percaya dirinya lo." balas Gefi menatap Revano. Revano tidak membalas Ucapan Gefi, melainkan berjalan menaiki motornya, bersiap melawan Nevan. Nevan berjalan manaiki motor ninja miliknya. Nevan memakai jaket kebanggaannya yang bertuliskan Reveelix. Beda dengan sang Wakil dan anggota Revelix, yang melambangkan burung garuda di bagian belakang jaket mereka. Brumm... Brumm... Brumm... Nevan sudah bersiap di atas motornya. Sesekali melirik Revano yang berada tepat di samping kanannya. Begitu pun sebaliknya. Revano menatap Nevan dengan seringai tajamnya. Terlihat seorang wanita berbaju minim, berada tepat di depan keduanya memegang sapu tangan. 3 2 1 Tepat saat sapu tangan itu terjatuh ke aspal, Nevan dan Revano mulai melajukan motor mereka. Saling beradu kecepatan. Revano tertinggal di belakang Nevan. Membuat Revano kesal melihatnya. Motor Nevan tepat melewati garis finish arena balapan. Lagi-lagi Revano geram menatap sang ketua Reveelix. Farhan menepuk pundak Nevan. "Emang kemampuan lo, the best  deh," ucap Farhan bangga kepada ketua mereka. "Yoii bro. Nevan gitu loh," ujar Gefi. Revano datang dari arah berlawanan Langsung melayangkan tinjunya ke Nevan, membuat Nevan langsung tersungkur. "Maksud lo Apaan!" teriak Nevan, membalas dengan meninju rahang Revano. Revano tidak membalas ucapan Nevan melainkan. langsung bangkit dan menendang perut Nevan. Tetapi dengan sigap Nevan menghindar. Nevan menarik kerah baju Revano. "Sampai kapan lo mau begini terus?" Revano menyeringai. "Sampai lo menderita. Lo juga harus rasain apa yang sekarang gue rasain." Nevan menghempaskan kerah baju Revano. "Lo dengerin penjelasan gue dulu!" teriak Nevan menjeda ucapanya. "Dia gak seperti apa yang lo bayangin, no. Dia pacaran sama lo itu hanya untuk deketin gue. Seharusnya lo sadar, dia hanya manfaatin lo doang. Dan yg di club waktu it-" ucapan Nevan terpotong kala mendapat bogeman dari Revano membuat ia terhuyung ke belakang. "Gue tau Dia suka sama lo. Tapi gue berusaha membuat dia cinta sama gue. Untuk di club itu gue sudah liat dengan jelas. Gue gak mau dengerin penjelasan lo lagi," teriak Revano geram dan berjalan meninggalkan arena balapan. Nevan menjambak rambutnya frustasi. "Sabar Van, lo tahu kan Revano kayak apa," ujar Gerald menenangkan. "Woy! Gue udah nungguin di sana tahu-tahu gak jadi haku hantam," teriak Gio salah satu anggota Reveelix sambil turun dari motornya berjalan mendekati Nevan dan anggota lainnya. "Bentol nih gue digigit nyamuk. Kalau tahu gini mending gue ikut kalian aja," ucap Dimas kesal, salah satu anggota Reveelix "Yeh mana gue tahu kalo kejadiannya kayak gini," balas Vano menoyor kepala Dimas. "Doww sakit." kesal Dimas memegang jidatnya. -Balik basecamp!" ucap Nevan menyudahi perdebatan mereka. ... Basecamp. Nevan menyesap vape miliknya sambil duduk di sofa ruang tengah. Handphone Nevan berbunyi berkali-kali pertanda ada yang meneleponnya. Tetap enggan diangkatnya. "Angkat aja Van siapa tahu penting," ujar Gerald. Nevan menggelengkan kepalanya. "Angkat aja sendiri." Gerald mengambil ponsel Nevan yang tergeletak di sofa. "Nyokap lo. Gue gak berani." Nevan mengambil ponselnya di tangan Gerald. Bunda is calling "Halo." "Kok lama banget sih diangkat?" "Ada apa?" tanya Nevan tidak menjawab pertanyaan Bundanya "Kamu jangan lupa besok pulang," ucap bunda Nevan "Ok," balas Nevan singkat. ...
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN