Chapter seven

770 Kata
Minggu 08.10 Hari ini adalah hari di mana Neyra akan pergi ke rumah sahabat Papanya. Tetapi ia masih bergelayut manja dengan selimut tebalnya. Meskipun jam sudah menunjukkan delapan lewat sepuluh pagi. "Dek bangun woy! Udah jam berapa ini. Anak perawan kok bangunnya siang," teriak Kevin dari luar kamar. Karena tidak mendapat jawaban. Kevin langsung masuk ke kamar Neyra, untungnya kamarnya tidak terkunci. "Woyyy Dekk bangun. Kebo banget sih lo," teriak Kevin. "Hmm iya," gumam Neyra. "Bangun. Atau gue panggil Papa. Mau lo?" ancam Kevin. Dengan sigap Neyra bangun dari tidurnya, takut akan diamuk sang Papa. "Iya iya. Pake ngadu segala," ucap Neyra, mengerjapkan matanya beberapa kali guna menyusuaikan cahaya yang masuk ke  retinanya. "Buruan mandi habis itu turun. Terus makan," titah Kevin seraya beranjak keluar kamar Neyra. "Hmm," selang beberapa menit Neyra sudah selesai dan sudah siap untuk sarapan. "Mama," Teriak Neyra memeluk Fina- Mamanya. "Ehh udah bangun. Makan dulu gih sana. Mama udah bikinin nasi goreng spesial kesukaan kamu," ucap Fina mencium pipi Neyra. "Yaudah Neyra ke dapur dulu Ma," balas Neyra, berjalan menuju dapur. ... Di lain tempat, Nevan tengah berada di basecamp, sudah hampir seminggu ia tidak pulang ke rumah. "Van gak usah dipikirin lah. Percuma juga lo kasih tau dia. Pasti Revano gak bakalan percaya. Lo tau kan Revano gak mudah percaya," ujar Gerald panjang lebar yang melihat Nevan diam sedari tadi. "Gue gak mau masalah ini semakin panjang," balas Nevan frustasi. "Mau gimana lagi. Semua udah terjadi," ucap Vano. sambil memainkan PlayStation milik Nevan yang ada di basecamp. "Emang yah dasar itu wanita ular. Udah tahu ditolak masih aja ngeyel. Eh malah Revano dia manfaatin," ucap Gefi kesal sambil memakan kentang goreng pesananya. Brumm.. Brumm.. Terdengar suara motor ninja dari arah luar basecamp. Pintu terbuka menampilkan seseorang dengan tubuh yang atletis dan beralis tebal itu memasuki area ruangan tengah basecamp.  "Hey! Everybody! Kangen gak lo semua sama gue. Pasti kan ya. Secara gue di sana hampir seminggu," teriak Radit, mendudukan dirinya di sofa samping Ozil. Radit baru saja pulang dari Bandung dan langsung datang ke basecamp Reveelix. Katanya sih rindu. "Enggak," jawab mereka semua serntak. Radit menekuk mukannya menatap anggota Reveelix yang hampir berjumlah dua puluh delapan orang. "Jahat lo pada. Gue jauh-jauh datang ke sini buat ketemu kalian, terus ini balasan kalian buat gue?" ucap Radit mendramatisir. "Gak usah drama lo,  jijik gue," balas Ozil menatap Radit. "No drama, no life," ucapnya. "Alay banget lo, kek emak-emak lagi belanja," ucap Gefi meledek. "Berisik," ucap Nevan jengah dengan perdebatan mereka yang tidak bermutu. "Eh Van apa kabar?" tanya Radit. "Kayak yang seperti yang lo liat," jawab Nevan jutek. "Dijawab baik kek atau apa kek. Jutek amat sih," ujar Radit. "b***k yah lo," balas Nevan menatap dingin Radit. "Serah lo deh," kesal Radit. Dengan sifat dingin Nevan. "Gue cabut" pamit Nevan berjalan keluar basecamp. "Mau ke mana lo?" tanya Radit. Tetapi tidak mendapat jawaban dari Nevan. Membaut ia mendengus kesal. "Hahaha emang enak lo," ledek Gefi. ... Neyra berjalan menuju kamar untuk menonton drakor  favoritnya, yang sudah ia download di laptop miliknya. Ia berjalan melewati Mama dan Papanya yang sedang menonton siaran  yang ada di televisi. Neyra baru saja menginjak anak tangga pertama. Suara bariton Papanya menghentikan langkahnya menyuruh Neyra duduk di tengah-tengah mereka berdua. "Kamu jangan lupa yah sayang nanti malam kita mau ke rumah sahabat Papa," ucap Fedi mengingatkan. "Emangnya ada apaan sih Pah. Sampai Neyra harus ikut segala?" tanya Neyra menatap Papanya. "Nanti juga kamu tahu. Papa sama Mama harap kamu gak ngecewain Mama sama Papa," jawab Ferdi menatap sang anak penuh harap. "Ada yang Mama Papa sembunyiin ya dari Neyra?" tanyanya. "Nanti juga kamu tahu kalau kita udah ke rumah teman Papa sekaligus sahabat Papa dari kecil." Jawab Ferdi menatap Neyra lembut. "Yaudah deh Neyra ke kamar dulu," pamit Neyra kepada Mama dan Papanya. "Ohh iya sayang. Mama udah siapin dress kamu. Mama udah taruh di lemari paling pojok," ucap Fina memberi tahu sang anak. "Iya Mah, terima kasih ya," balas Neyra. ... Di lain tempat Nevan berjalan memasuki rumahnya, setelah hampir seminggu, ia tidak pulang ke rumah ini. "Akhirnya kamu pulang juga," ucap Raka, Ayah Nevan. Nevan sama sakeli tidak menjawab ucapan sang Ayah. "Nevan sini Nak, Bunda mau ngomong sama kamu," titah Rasti, Bunda Nevan. "Jadi gini sayang, karena Bunda sama Ayah jarang ada buat kamu, jarang ada waktu buat kamu. Tapi asal kamu tahu, Bunda dan Ayah sayang banget sama kamu. Bunda sama Ayah mau kamu bisa ngerasain kasih sayang seseorang. Jadi Bunda mau kamu nikah sama anak sahabat Bunda dan Ayah yah," ucap Resti panjang lebar menatap Nevan dengan tatapan kasih sayangnya. ...
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN