Kring... kring...
Bel istirahat telah berbunyi dengan nyaring membuat para siswa dan siswi Garuda Bangsa berteriak gembira. Gerald, Gefi, Vano berjalan bersama menuju kantin tanpa adanya Nevan dan Radit. Semua siswi menatap mereka tanpa berkedip. Gerald, Gefi dan Vano. Sudah terbiasa ditatap seperti itu. Tanpa merasa risih.
"Enak banget sih Nevan, keluyuran kemana ya tuh anak?" tanya Gefi menatap sahabatnya bergantian.
"Rooftop kali. Biarin aja sih, nanti juga turun sendiri," jawab Gerald yang sudah hafal betul dengan kelakuan Nevan.
Di tengah perjalanan ke kantin. Mereka berpapasan dengan Neyra dan teman-temannya yang baru saja keluar dari kelas XI IPA 3.
"Ehh Neng Neyra. Mau kemana Neng?" tanya Gefi berlagak centil menatap Neyra.
"Mau ke kantin lah." Bukan. Bukan Neyra yang menjawab melainkan Mira.
"Gue bukan nyebut nama lo ya. Kenapa lo yang nyaut?" ucap Gefi menatap Mira tajam . Yang ditatap hanya biasa saja tanpa takut sama buaya darat yang berada tepat di hadapannya.
"Udah gak usah debat. Kita mau ke kantin, kalo gitu gue duluan," balas Neyra berjalan meninggalkan mereka bertiga.
"Manis," ucap Gerlad menatap Ayna yang berjalan mengikuti Neyra dan ketiga sahabatnya.
"Hahh. Lo bilang apa? Siapa yang manis?" Tanya Vano dan Gefi serentak. Menatap Gerald curiga.
"Janga bilang lo suka sama Neyra? Wah.. wah.. wah.. parah lo," tunjuk Vano
Gerald menjitak kepala Gefi dan Vano bergantian "Ya kali gue suka sama Neyra. Gaklah. Orang gue merhatiin Ayna," Upss Gerald keceplosan. Membuat Gefi dan Vano menyeringai menatap Gerald.
"Ohh jadi ceritanya naksir nih sama Ayna," goda Vano mencolek pipi Gerald.
"Bukan urusan lo," balas Gerald ketus sembari menghempaskan tangan Vano.
"Mau gue bantuin gak. Mumpung gratis nih," ucap Gefi menaik turunkan alisnya.
"Gak perlu," balas Gerald berjalan meninggalkan Gefi dan Vano.
"Woyy Rald tungguin. Enggak asik lo," teriak Gefi dan Vano sembari mengejar Gerald yang sudah berjalan meninggalkan mereka.
...
"Kalian pesan apa? Biar gue yang pesenin," tanya Billa seraya beranjak dari tempat duduknya.
"Tumben," gumam Indira, yang masih di dengar oleh Billa.
"Kan hari ini tugas gue yang mesen, dodol banget sih lo," balas Billa kesal menatap Indira.
"Iyaudah gak usah ngegas juga kali," ucap Indira.
"Yaudah kalian pesan apaan, capek nih gue berdiri mulu," titah Billa.
"Gue mie ayam sama es teh aja deh," ucap Ayna.
"Gue nasgor sama es teh," ucap Indira.
Mira mengangukkan kepalanya "Gue samain kayak Indira."
"Gue juga," ucap Neyra tersenyum. Billa berjalan pergi ke stan makanan. Memesan makan, untuk para sahabatnya.
Terdengar suara siswi-siswi berteriak kegirangan melihat most wanted mereka memasuki area kantin. Siapa lagi kalau bukan Nevan. Nevan berjalan memasuki kantin dengan tangan dimasukkan ke kantong celana dan memakai earphone miliknya.
"Itu sih Nevan ganteng banget,"
"Nevan," teriak siswi-siswi yang berada di kantin, "Cowok idaman gue lewat," imbuh sisiwi lainnya.
"Awas-awas cowok halu gue lewat," Begitulah teriakan siswi-siswi yang menatap Nevan kagum.
"Caelah. Akhirnya nongol juga ni orang," ujar Gefi menatap Nevan yang sudah duduk di hadapannya.
"Dari mana aja lo," tanya Gefi.
"Ya pastilah dia di rooftop," ucap Vano menoyor kepala Gefi.
"Doww," Gefi memegang kepalanya yang di toyor Vano.
"Yeee. Elonya sih nanya enah aja. Udah tau Nevan perginya ke rooftop. Kayak gak tau Nevan aja lo," ujar Vano.
"Au ah serah lo deh," balas Gefi kesal. Gerald hanya geleng-geleng kepala melihat dua teman di hadapannya. Sedangkan Nevan hanya sibuk dengan smarthphone miliknya.
...
Sambil menunggu pesanan mereka datang. Keempat gadis itu berceloteh panjang lebar. Di antara mereka, hanya Mira dan Indira lah yang paling banyak bercerita.
"Ehh liat tuh, sih Nevan ganteng banget ya," ucap Mira sembari melirik Nevan. "Ganteng sih, tapi sayang, orangnya agak cuek," balas Indira.
Neyra melirik Nevan sekilas "Tuh kan apa gue bilang. Mana mungkin Nevan suka sama gue," batin Neyra.
Tak lama setelah itu Billa berjalan menuju meja yang di tempati para sahabatnya. Sambil membawa pesanan mereka dengan seorang ibu kantin. "Nih," ucap Billa meletakkan pesanannya di atas meja kantin.
"Makasih Billa," balas mereka serentak.
"Hmm sama-sama," Mereka menyantap makanan dengan tenang sesekali bercerita tentang hal yang membuat mereka tertawa. Selesai menyantap makanan. Neyra dan para sahabatnya berjalan keluar kantin menuju kelas mereka, karena lima belas menit lagi bel masuk berbunyi.
...
Bel pulang sekolah sudah berbunyi sedari tadi. Hanya tersisa Neyra dan sahabatnya yang masih berada di dalam kelas. "Guys jalan yuk," ajak Billa
"Yuk," balas mereka tak terkecuali Neyra.
"Lo ikut yah Ney," ucap Ayna.
Neyra menggelengkan kepalanya. "Duh kayaknya gue gak bisa deh. Soalnya Bang Kevin jemput gue. Dia udah nungguin gue di depan. Kalian aja deh yang pergi,"
"Yah lo gak ikut dong. Gak seru Ney kalau gak ada lo," ujar Mira sedih.
"Lain kali aja deh gue ikut," balas Neyra tersenyum menatap sahabatnya yang terlihat kecewa.
Ayna mengangukkan keplanya. "Yaudah deh gak apa-apa,"
Neyra dan sahabatnya berjalan menuju gerbang sekolah. Karena Kevin sudah menge-chat-nya. Memberitahu jika ia sudah berada di depan gerbang sekolah.
"Guys gue duluan ya," pamit Neyra berjalan masuk ke dalam mobil Kevin. Ayna dan sahabatnya menganggukan kepalanya dan melambaikan tangannya ke arah Neyra.
...
Sesampainya di rumah. Neyra langsung menyalimi tangan Mamanya. Dan langsung berjalan menuju kamarnya untuk membersihkan diri. Lalu terlelap ke alam mimpinya.
Di lain tempat Nevan sedang membahas rencana balapan yang akan dilakukannya. "Gue gak yakin. Pasti Alastar udah susun rencana untuk nyerang kita," ucap Fahri salah satu anggota Reveelix.
"Gini gue udah susun rencana," ujar Vano membuat semua anggota Reveelix menatapnya dengan serius.
"Kalian ikut gue sama Nevan, Gerald dan juga Gefi, tapi hanya sebagian. Dan yang lainnya tunggu di rumah kosong dekat area balapan. Kalian bisa liat dari sana, jika Alastar nyerang Reveelix, kalian jangan langsung keluar. Tunggu aba-aba dari kita," ucap Vano menjelaskan. Keahlian mengatur rencana Vano lah jagonya.
"Dan jangan bawa s*****a tajam," sambung Nevan menatap anggotanya serius. Ia paling tidak suka jika Anggotanya membawa s*****a tajam.
...