Bab 55

257 Kata
Di perjalanan, Brian sengaja mencegat motor Diaz. Insiden itu membuat Diaz murka, namun enggan turun dari motornya. Sementara Brian turun dari motornya dan menghampiri Diaz penuh kemarahan. “Dasar laki-laki pengecut, kalau loe nggak beneran cinta sama Alana bisa lepasin dia. Gue akan terima Alana dengan kedua tangan gue,” ucap Brian dengan nada tinggi. Diaz tak menjawab ucapan Brian, dia turun dari motor dan berdiri dihadapan Brian. Sorot matanya sama-sama penuh amarah, namun keduanya masih menahan serangan tangannya. “Kalau loe jadiin Alana hanya pelarian atau apa, lepasin dia. Biarkan dia mendapat laki-laki terbaik yang tulus mencintai Alana,” ucap Brian lagi. “Jadi, loe masih berharap memiliki Alana? Loe pengen menjalin hubungan sama dia?” tanya Diaz mengejek. “Sangat. Gue sangat mencintai Alana dan nggak akan pernah nyakitin dia sedikitpun, tapi loe yang dipilih Alana malah buat dia sakit hati. “Hei, loe nggak usah ikut campur urusan gue. Mau gue nyakiti Alana atau nggak itu urusan gue, nggak ada hubungannya sama loe,” ucap Diaz, nada suaranya naik satu oktaf. “Jelas itu urusan gue karena loe nyakitin wanita yang sangat gue cintai. Gue rasa loe nggak bisa kasih perhatian dan kebahagiaan buat Alana, hanya penderitaan yang loe berikan buat dia,” cerca Brian, membuat Diaz emosi dan mengepalkan tangan. Diaz semakin emosi karena Brian menatapnya di titik kerendahan, saking emosinya dia menonjok pipi Brian. Brian pun tak terima, tak ayal terjadi perkelahian antara Diaz dan Brian. Mereka saling menghindari serangan dan sama-sama terluka, sampai akhirnya Brian tersungkur karena pukulan Diaz sangat keras.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN