Chapter 11. Cheating Death, Can't We?

1090 Kata
Satu jam setelah kejadian yang merenggut nyawa Natalia, empat orang yang tersisa adalah Oscar, Daniela, Santiago dan Nicole. Mereka berempat masih terlihat shock dengan kejadian yang menimpa Natalia. Terutama Nicole, ia terus terdiam setelah kejadian naas itu. "Kita harus menghentikannya... kita harus menghentikannya...." teriak Daniela. "Daniela... Daniela... tenanglah, Ok". "Aku tidak bisa, Oscar. Teror kematian bodoh ini telah merenggut semua teman-temanku. Aku tidak mau itu terjadi lagi" ucap Daniela sambil menangis. Demi mencoba membuatnya lebih tenang, Oscar memeluknya dan mengusap-usap pundaknya agar ia menjadi lebih tenang. "Jadi apa yang akan kita lakukan selanjutnya?" tanya Santiago. "Wanita itu....." ujar Daniela yang dengan tiba-tiba melepaskan pelukan Oscar padanya. "Wanita siapa?" tanya Santiago. "Peramal itu, Ny. Amber. Kita harus mencarinya dan menanyakan tentang hal ini lagi padanya" ucap Daniela. "Tapi dia mengatakan kalau... teror ini tidak bisa dihentikan, dia juga tidak tahu caranya" sahut Oscar. "Aku tidak percaya. Pasti dia tahu sesuatu, aku yakin itu" ucap Daniela. "Daniela.. dengarkan aku, ketika Natalia....". "Kita tidak punya banyak waktu Oscar. Kita harus mencarinya, aku yakin dia masih ada di hotel ini" potong Daniela. "Yang aku tahu, wanita itu sudah tidak menginap di hotel ini lagi" sahut Oscar. "Kalau begitu, ia pasti masih ada disekitar pantai. Aku akan mencarinya kesana" kata Daniela yang bergegas pergi meninggalkan Oscar, Santiago dan Nicole di lobby hotel pada saat itu. "Daniela tunggu...!!! Aku ingin mengatakan sesuatu" teriak Oscar. Namun Daniela sama sekali tidak mengindahkan panggilan dari Oscar. Daniela berlari keluar hotel menuju ke pantai. Ia seperti orang yang kebingungan, gelisah dan resah. "Aku akan mengejarnya" kata Nicole yang segera berlari menyusul Daniela. "Mengapa kau diam saja, come on, kita juga harus mengejarnya" ucap Santiago. Akhirnya mereka bertiga menyusul Daniela yang sedang mencari-cari Ny. Amber disekitar pantai. Saat itu mereka berada didekat beberapa orang yang akan melakukan kegiatan parasailing. Angin juga bertiup sedikit kencang, membuat suasana terasa lebih dingin dari biasanya. "Daniela....!!! Tunggu!!!" Oscar berlari mengejar Daniela dan menarik tangannya. "Oscar, kau harus bantu aku menemukan wanita itu. Aku yakin dia bisa membantu kita" ucap Daniela dengan wajah kebingungan. "Daniela... wanita itu sudah tidak ada ditempat ini lagi. Sekarang dengarkan aku.....". "Ini semua salahmu!! Kau yang mengajakku berlibur ditempat memuakkan ini. Kau yang membuat persahabatanku dengan Natalia hampir hancur. Kau yang melibatkan kami semua masuk dalam teror kematian ini. Kau yang menyebabkan semua ini...!! Aku benci kau Oscar!!! Aku benci kau...!!!". "Daniela, stop it!!!" bentak Nicole sambil menampar pipi Daniela. "Ini bukan salah siapa-siapa. Ini semua sudah terjadi, kita harus menerimanya. Kita memang harus mencari cara bagaimana menghentikan teror itu agar tidak berlanjut kepada kita, dan aku tahu Oscar telah menemukan sesuatu, benarkan Oscar?" lanjut Nicole yang menatap serius kepada Oscar. "Hhhhhh.... kau benar Nicole. Aku ingin mengatakan ini kepada kalian sejak tadi, tapi Daniela tidak memberiku kesempatan" kata Oscar. "Tentang apa?" tanya Santiago. "Ini mengenai kejadian yang terjadi di proyek bangunan hotel itu. Aku tahu dengan pasti, kalau saat itu giliran Nicole, tapi ketika aku menyelamatkannya, teror itu mengejar ke target berikutnya, yaitu Natalia" jelas Oscar. "Jadi...." "Seperti yang pernah dikatakan oleh Ny. Amber, jika kita telah menemukan tanda-tanda kematian itu, berarti kita bisa menemukan polanya, dan mencurangi kematian itu. Dalam kasus Nicole, aku berhasil mencampuri kematian yang mengejar Nicole. Dan kemudian kematian itu mengejar Natalia, yang merupakan target berikutnya" jelas Oscar. "Jadi maksudmu, jika kita berhasil mencampuri proses kematian itu maka kita menghancurkan polanya, dalam arti lain kita berhasil mencurangi kematian itu lagi" kata Santiago. "Ya, that's right" sahut Oscar. "Itu juga tidak mudah" ucap Santiago sambil melihat orang-orang yang akan melakukan parasailing. "Seharusnya aku berada diantara orang-orang itu saat ini. Melakukan parasailing, tapi sekarang aku harus menghadapi hal yang lebih menegangkan dari berparasailing" gumam Santiago. "Dan sekarang, siapa target berikutnya?" tanya Daniela kepada Oscar, namun Oscar terdiam ketika mendapatkan pertanyaan itu. "Mengapa kau diam Oscar?" tanya Santiago. "Jika Nicole sudah terselamatkan, berarti giliran berikutnya adalah diantara kita bertiga" ujar Daniela. "Yang aku tahu....." "Aku.... giliran berikutnya pasti aku, benarkan Oscar" potong Daniela. "Aku berjanji akan menyelamatkan kita semua dari teror kematian ini" ucap Oscar. "Entahlah Oscar, apa kau bisa mencurangi kematian yang datang tiba....." Belum sempat Daniela menyelesaikan perkataannya, angin yang bertiup kencang mengakibatkan parasut-parasut mengembang tiba-tiba dan membuatnya bergerak tak tentu arah. Salah satu dari tiga parasut yang digunakan dalam parasailing itu, bergerak kearah Daniela. "Daniela awas!!!" teriak Oscar. Saat Daniela menoleh ke belakang untuk mengetahui apa yang diteriakkan oleh Oscar, kain parasut itu menjebak tubuh Daniela dan membungkusnya akibat kekuatan dan tekanan angin yang cukup kuat. Tali temali yang ada pada parasut itu melilitnya cukup kuat, sehingga membuatnya kesulitan bernafas. Beberapa orang yang ada ditempat itu termasuk Oscar mencoba menyelamatkannya dari cengkeraman ķain parasut itu. Sementara beberapa orang lainnya mencoba mengendalikan dua parasut lainnya dari hembusan angin yang kuat. Dilain pihak, Santiago dan Nicole mencoba mencari sesuatu yang bisa digunakan untuk memotong tali dan merobek kain parasut itu. Saat itu datang seorang penjaga pantai yang mengendarakan mobil patroli pantainya. Ketika sang penjaga pantai hendak menuju kekeramaian itu, lagi-lagi angin mengakibatkan parasut kehilangan kendali. Salah satu dari parasut yang tersisa, digerakkan oleh angin dan menutup mobil pick up milik sang penjaga pantai. Sehingga sang penjaga pantai kebingungan mengendalikan mobil patrolinya karena pandangannya tertutup oleh kain parasut. Sang penjaga pantai bermaksud menghentikan mobilnya, namun entah kenapa rem mobilnya jadi blong. Mobilnya pun mulai kehilangan arah, dan berjalan mengarah ketempat Daniela yang masih terjebak oleh kain parasut lainnya. Orang-orang yang ada di pantai itu berlari menghindarkan diri dari mobil itu. Namun Oscar masih mencoba melepaskan Daniela dari jeratan parasut tersebut. Saat itu juga Santiago datang membawa sebuah gunting dan dengan segera memotong tali dan merobek kain parasut itu. Oscar dan Santiago dengan cepat mengeluarkan Daniela yang sudah merasa lemas akibat kekurangan nafas, sebelum mobil patroli pantai yang kehilangan kendali itu melindas kepala Daniela. "Daniela, kau tidak apa-apa?" tanya Rick. "Daniela... Daniela... sukurlah kau selamat" ucap Nicole sambil memeluk tubuh Daniela yang masih lemas. "Kita berhasil mencurangi kematian itu lagi, dengan mencampuri kematian Daniela" ucap Oscar. Mobil patroli pantai tadi akhirnya berhenti karena menabrak sebuah pohon kelapa. Karena kejadian tadi mengakibatkan orang-orang saling menyelamatkan diri, satu parasut lagi yang masih terombang-ambing oleh angin, terlupa oleh mereka. Angin yang berhembus semakin kencang, membuat parasut yang terakhir kini menyerang Santiago. Lehernya terjerat pada parasut itu. Dilain pihak, pantai juga digulung ombak cukup besar, membuat kapal yang hendak menarik parasut untuk parasailing tadi jadi terombang-ambing. Hal itu membuat sang pengemudi kapal boat yang berada didalamnya terjerembab dan terjatuh ke air. Sebelum terjatuh kedalam air, tangannya sempat menyenggol kemudi kapal tersebut. Alhasil kapal boat bergerak dengan cepat tanpa pengemudi didalamnya. Kapal boat itu menarik tali parasut yang masih terikat dibagian belakang kapal boat tersebut. Akhirnya parasut itu pun terbang dengan Santiago yang terjerat lehernya para parasut itu. Oscar mencoba meraih kakinya, namun tidak kesampaian. Tubuh Santiago makin lama semakin tinggi berada di udara dengan leher yang terjerat pada parasut. "Aku harus menyelamatkannya...." kata Oscar. Tbc *****
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN