HARI KE DUA

1183 Kata
seluruh tubuhku rasanya remuk, padahal tidak ada pekerjaan berat yang kulakukan hari ini. mataku menerawang ke atap langit langit, meneliti jaring laba laba di sudut ruangan tok tok suara ketukan pintu membuyarkan lamunanku yang tak berujung, aku berjalan gontai mencapai daun pintu mancari tau siapa dalang di balik suara berisik itu "ya?" aku kehabisan kata kata, hingga hanya kalimat itu saja yang mampu terucap "pasti capek ya hari pertama kerja" ah.. ini kak helen yang tinggal di kamar sebelahku "iya kak, ada apa ya?" saat menyadari ucapaku rasanya itu sangat tidak sopan "karena udah malam dan kayaknya kamu capek banget, sampai nggak bisa berkata kata gitu, lebih baik kamu mandi, ganti baju trus tidur" aku hanya tertawa kecil, syukurlah kalau kak helen maklum dengan sikapku "makasih kak" aku masuk dan sesuai saran kak helen aku mandi, ganti baju dan merangkak ke atas ranjang persendianku seperti mati rasa hanya semut yang seperti sedang merangkak di pori pori kulitku dan menyetrumku dengan kekuatan 1000 volt, ^^ serasa ada lem tumpah di pelupuk mataku hingga membuatku tak lagi bisa membuka mata krucuk... krucuk... hentakan hebat menarikku ke alam sadar, ku lihat jam weker di atas meja, pukul 22.55 hhhhhh... aku menghela nafas panjang, mata yang sudah lengket pun seketika segar "ya ampun... aku belum makan apapun seharian ini" kenyataan itu membuat kantuk dan lelahku lenyap seketika, namun kakiku tetap lemah menyadari tak ada asupan gizi yang bisa menghasilnya tenaga untuk berkatifitas seharian ini. sungguh hari yang panjang dan melelahkan batinku tok tok pintu kamarku lagi lagi di ketuk "masuk kak, nggak di kunci" kak helen dan kak mira masuk membawa nampan di tangannya, sepiring nasi dengan telur ceplok dan segelas teh hangat tersaji di atas nampan tersebut. tak terasa air mata menetes, menyadari hal itu kak mira segera memeluk tubuhku dan menepuk lembut bahuku "sudah sudah, jangan nangis, yang namanya kerja pasti capek dek, sini kak helen suapin aja ya" aku mengunyah makanan sambil berlinang air mata, sungguh hari yang berat dalam hidupku, jauh dari keluarga tapi aku beruntung bersama mereka yang merupakan orang asing tak membuatku terabaikan. mereka merawatku seperti saudara sendiri, membantuku dengan sabar dan menghiburku dengan tenang. semua makanan sudah habis masuk ke dalam perutku, teh yang tadinya hangat sudah menjadi dingin sehingga aku bisa menghabiskannya dalam sekali teguk kak helen dan kak mira segera pergi setelah aku selesai makan, mereka sungguh perhatian tidak mau menganggu waktu istirahatku dengan pertanyaan pertanyaan klasik dengan perut kenyang tidur pun terasa nyaman dan tenang "pulau kapuk, aku datang" ucapku kacau tak karuan ... pagi pagi aku di bangunkan suara jam weker, kali ini aku bangun tepat waktu, aku membuka jendela membiarkan udara sejuk mengisi ruanganku dengan oksigen yang lebih segar aku masuk ke kamar mandi, membersihkan diri, merapikan tempat tidur lalu menyapu dan mengepel, sejak sampai disini aku belum sempat bersih bersih, selesai beberes aku keluar kamar, ada kak helen, kak mira dan kak seli mereka sedang merapaikan ruang tamu yang ada di lantai dua "selamat pagi semua" "oh selamat pagi din, gimana? udah enakan badannya?" sapa kak helen "udah kak, makasih semalam udah bantuin aku" mereka menjawab dengan senyuman "nggak masalah dek, lain kali kalau ada masalah atau apapun cerita aja ya dek, jangan sedih sendiri" imbuh kak mira "memang ada kejadian apa semalam? aku pulang larut malam sih jadi nggak tau deh" aku baru sekali ini bertemu kak seli, biasanya dia bangun siang karena kerjanya malam hari "nggak ada apa apa kok, cuma kemarinkan hari pertama dina kerja dia pasti capek banget" tutur kak helen kami berbincang bincang sambil beberes, aku ikut membantu sebagian saja soalnya hampir semua sudah di kerjakan "oh ya kak, lain kali kalau mau beres beres kasih tau ya, aku juga mau bantu" "iya, hari ini kami sengaja nggak kasih tau takut kamu masih capek dek, udah kamu siap siap sana, nanti telat lagi" jam 06.15 aku segera bersiap, sepuluh menit kemudian aku turun "pagi dina" ASTAGA!! aku terkejut sampai menempel di dinding seperti cicak "kaget ya? sorry sorry, nggak sengaja, cuma mau nyapa kok, sungguh" wajahnya terlihat panik "kak bian ih.. kalau aku jantungan gimana?" "iya iya maaf, nggak maksud kok, seriusan, oh ya kamu mau berangkat? mau di anter lagi nggak?" "nggak usah kak, hari ini nggak telat kok, makasih ya kak, kemarin udah bangunin aku trus ngater juga, saking buru buru nggak sempet bilang makasih sekali lagi makasih kak bian" "sama sama, santai aja, kakak kerja jam 9 jadi kalau kamu mau minta tolong di anter bilang aja, oke" "iya kak, makasih tawarannya, kalau gitu aku berangkat dulu kak assalamu'alaikum" "wa'alaikum salam, hati hati" sampai di hotel aku segera menemui Supervisor House Kepping, jujur saja belum ada kejelasan soal pekerjaanku karena seharian kemarin habis di rumah sakit "permisi..." aku mengintip ruang house kepping, tapi sepertinya ruangan itu kosong "cari siapa dek??" DEG!!! gantenggggg bangeeeettt astaga!!!!! "hemt.. anu.. saya mau ketemu supervisornya, apa beliau ada?" gila.. emang baru sekali ya aku liat orang ganteng, kok jantungku nggak sopan banget jedak jeduk nggak karuan gini "ada kok, paling lagi ke toilet, masuk dulu gih, tunggu di dalem aja sambil duduk" "iya makasaih" gila gila gila, suaranya laki banget "kamu karyawan baru ya?" "ya? ... oh.. iya, baru saya" astaga! barusan aku ngomng apa ya? bisa ya otakku bolong gini, tetiba nggak kepikiran apa apa gitu "nama kamu siapa? saya natan" I LOVE YOU kak natan "dina kak, sandrina tapi biasa di panggil dina, kak natan udah lama kerja disini?" "baru setahunan kok" iya sih, waktu aku magang dulu belum ada, paling kak tio sama bang agus yang kelihatan bening, lainnya sih biasa aja tampangnya "assalamu'alaikum" oh.. aku kenal suaranya "wa'alaikum salam" aku dan kak natan menjawab bersamaan "DINA! SANDRINA kan.." ya ampun... bang agus masih ingat aja "iya bang, dina.. apa kabar?" "gila.. aku kangen banget sama kamu, makin cantik aja ih, kamu ngapain disini?" "karyawan baru bang" "oh.. udah lulus berarti ya, hebat, udah siap nikah belum?" duh kok pertanyaannya gitu amat "bang agus bisa aja, shift pagi ya hari ini?" "iya minggu ini shift pagi, eh kamu udah ketemu pak toro?" "ini masih nungguin bang" "oh.. lho belum balik kamu tan?" "ini juga udah mau balik, ya udah berhubung ada bang agus, aku balik dulu ya, sampai ketemu lagi dina, assalamu 'alaikum" "wa'alaikum salam" kok bisa ya di lihat dari belakang masih aja kelihatan ganteng, duh jadi nggak sabar pingin buru buru kerja aku ngobrol sebentar dengan bang agus, tidak lama kemudian pak toro datang "lho dina, kamu karyawan barunya" "iya, pak toro apa kabar?" "baik baik, keliahatannya kamu juga sehat ya, makin cantik pula iya kan gus" "aduh pak toro ini bisa aja ngomongnya" bang agus mengangguk setuju dengan ucapan pak toro, duh makin gede aja ni kepala "tapi emang bener kok, ngomong ngomong, hari ini kamu masuk pagi ya?" WHAT?? maksudnya gimana tu? "maksud pak toro gimana ya?" "lho memangnya bu lana nggak ngasih jadwal ke kamu?" "belum pak" "aduh gimana ya? soalnya yang buat jadwal anak magang bu lana sih, mending kamu ke ruangan bu lana lagi buat tanya lebih jelasnya" entah kenapa perasaanku jadi tidak enak, nggak mungkin ada masalah sama kerjaanku kan?
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN