93) ELIN DI GAMPAR LAGI (?)

1188 Kata

Rita duduk dengan tenang di taman belakang. Tangannya sibuk memainkan benang rajut, mencoba mengalihkan pikiran yang masih penuh sesak. Dalam benaknya terus terulang percakapannya dengan Maria dan Jonathan. Awalnya mereka bersedia membantu, namun akhirnya… mereka memutuskan agar keluarga Atmadja menyelesaikan semuanya sendiri. Saat Rita tengah termenung, langkah seseorang terdengar mendekat. Itu Elin, wanita yang setengah mati ia benci. “Halo, Adik Ipar,” sapa Elin dengan nada ramah. Rita menatap sekilas, lalu diam. Kepalanya terasa berat setiap kali mendengar suara itu. Sejak Elin tinggal satu atap dengan mereka, rumah ini seperti kehilangan udara. Ia merasa sesak, tidak betah, bahkan ingin pergi saja. Tapi jika ia pergi… maka Elin akan merasa menang. Dan itu hal terakhir yang tidak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN