90) GALAU 🙄

1439 Kata

Kafe kecil di seberang rumah sakit itu kini sunyi, seolah ikut menahan napas atas percakapan yang akan terjadi. Langit sore menggantung redup, menembus kaca besar di sisi ruangan dan memantulkan siluet dua pria yang duduk saling berhadapan. Jonathan sudah menyewa seluruh tempat—pelayan, pengunjung, bahkan barista disuruh keluar. Tak ada siapa pun di sana selain mereka berdua dan detak jam di dinding yang berjalan lambat, memecah kesunyian dengan ritme yang menegangkan. Delon hanya menunduk, kedua tangannya terlipat di atas meja, menggenggam cangkir kopi yang sudah lama kehilangan panasnya. Kepalanya terasa berat. Setiap peristiwa—Keira yang terbaring lemah, Elin dengan ulahnya, tatapan orang-orang di rumah sakit—semuanya berputar tanpa arah di kepalanya. Ia bahkan tak tahu lagi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN