Keira baru saja menutup koper terakhirnya. Di dalamnya, hanya ada barang-barang yang benar-benar ia perlukan selama masa menenangkan diri — pakaian sederhana, beberapa buku, dan obat-obatan dari dokter keluarga. Ia menatap koper itu lama, seolah di dalamnya tersimpan bukan sekadar barang, tapi juga sisa-sisa dari bab kehidupan yang ingin ia tinggalkan sementara. Hari ini, ia akan pergi. Menjauh dari ibu kota, dari segala riuh gosip dan tatapan tajam orang-orang. Tempat tujuannya telah dipersiapkan dengan tenang dan penuh perhitungan — sebuah villa pribadi yang dikelilingi udara bersih dan suara alam. Dokter keluarga sudah ditunjuk untuk mendampinginya selama masa istirahat, memastikan kondisi fisiknya dan janin kecil dalam kandungannya tetap stabil. Sheena juga akan ikut. Ia sempat kemba

