Selang lima menit setelah keluarga Dimas tiba di restoran pilihannya, sekarang Rehan dan keluarganya tiba juga di sana. Dimas dan Selena sengaja tidak memesan privat room sebab mereka ingin suasana pertemuan keluarga pada malam ini tidak terlalu menegangkan baik untuk Arka ataupun Alea.
Karena kalau makan malamnya di dalam privat room, terkesan sangat serius dan menegangkan. Meskipun ini memang pertemuan yang serius untuk kedua keluarga ini, namun alangkah lebih baiknya kalau suasananya tidak terlalu serius.
Dimas menyewa setengah dari satu bagian lantai dua restoran itu. Sebenarnya Dimas bisa saja menyewa seluruh restoran itu, tapi kembali lagi dia tidak mau suasana makan malam ini terlalu mencekam untuk putranya.
Setengah bagian lantai dua itu sudah didesain sedemikian rupa sesuai keinginan Selena. Dan setengah bagian lainnya ditempati oleh pengunjung lain seperti biasa.
Alasan kenapa Dimas memilih restoran ini sebab itu kemauan dari sang istri. Selena sangat suka dengan restoran ini karena pemandangan malam dari lantai dua restoran ini sangat cantik. Apa lagi dinding dan atapnya terbuat dari kaca, jadi saat langit malam cerah banyaknya bintang di langit bisa dilihat hanya dengan mendongakkan kepala saja.
“Selamat malam Kristi.” Selena langsung menyapa Kristi dan keluarganya yang baru saja datang.
“Selamat malam juga Sel, maaf ya kita terlambat,” ujar Kristi.
“Tidak terlambat ko Kris, kita juga baru saja sampai,” jawab Selena.
“Hay Alea, selamat malam.” Saking fokusnya dengan Kristi, Selena sampai lupa menyapa Alea yang ada di samping sang mama.
“Iya Tante selamat malam juga,” jawab Alea sembari mencium tangan Selena.
“Ya ampun kita sudah lama ya ngak ketemu, dan kamu makin cantik aja sih Alea,” puji Selena.
“Terima kasih Tante, Tante Selena juga semakin cantik. Masih pantas kalau main sama Alea,” sahut Alea.
“Ah kamu ini bisa saja,” ucap Selena.
“Selamat malam Tante Kristi.”
Lyla yang sedari tadi berdiri dengan wajah bingung langsung mendekat ke arah mereka dan ikut nimbrung dalam pembicaraan mereka.
“Selamat malam juga Lyla, ya ampun kamu semakin gede makin cantik saja ya,” puji Kristi.
‘Terima kasih Tante,” jawab Lyla.
“Hay Kak Alea, Kakak apa kabar?” Lyla langsung menyapa Alea yang berdiri tepat di sebelah Kristi.
“Hay juga Lyla, kabar aku baik. Kamu sendiri bagaimana? Lancar kuliahnya?” tanya Alea.
“Lyla juga baik-baik saja Kak, tapi Lyla kan masih SMA, Kak.” Lyla menjawab dengan hati-hati agar tidak membuat Alea malu sebab pertanyaan yang dia ajukan itu salah.
“Oh iya, ya ampun maaf ya Kakak lupa,” kata Alea sambil tersenyum.
“Mi, kenapa malah diajak ngobrol sambil berdiri kaya gitu sih. Diajak duduk dong tamunya, bagaimana sih Mami ini,” sindir Dimas sebab melihat para kaum wanita di sana tidak kunjung duduk dan masih saja ngobrol bersama.
“Oh iya sampai lupa, ayo Kristi, Alea silahkan duduk,” kata Selena mempersilahkan keduanya untuk duduk.
Seperti pertemuan pada umumnya, pertemuan ini juga diawali dengan obrolan santai yang tidak terlalu penting. Menanyakan kabar satu sama lain, dan membicarakan masa lalu mereka yang begitu indah.
Obrolan santai mereka terus berlanjut sampai pada saat makanan pembuka mereka sudah hampir habis. Sampai akhirnya Dimas yang mengubah topik pembicaraan santai itu ke pembicaraan yang lebih serius. Membahas hal yang memang akan dibahas di pertemuan keluarga mereka ini.
“Oh iya, Alea katanya belum punya pacar ya?” tanya Dimas berbasa-basi.
“Iya Om, kebetulan Alea belum punya pacar,” jawab Alea malu-malu tapi tetap sopan dan ramah.
“Oh kalau begitu kebetulan sekali ya, Arka juga tidak punya pacar. Ini jadi kaya takdir apa cuma kebetulan aja ya,” timpal Selena.
“Mungkin ini sudah takdir dari Tuhan kalau jalan pertemuan mereka memang seperti ini, Mi,” timpal Dimas.
“Tapi Arka itu seorang direktur, tampan, mapan, masa sih belum punya pacar?” kata Kristi.
“Iya Tante, saya memang belum punya pacar,” jawab Arka dengan jujur.
Alasan kenapa Arka masih jomblo sampai sekarang karena dia masig trauma dengan seorang wanita. Karena kebanyakan wanita yang mendekatinya kalau bukan karena kekayaannya pasti wanita suruhan dari pesaing bisnisnya. Memang sedikit aneh, tapi memang itulah kenyataannya.
Arka pernah dekat dengan seorang wanita, bahkan Arka sudah sangat mencintainya. Bahkan Arka pernah ditipu oleh wanita itu, kartu kreditnya diambil oleh dia dan menggunakannya sampai tagihan kartu kredit Arka bengkak karenanya.
Padahal sebelumnya Arka selalu memberikan apa yang dia mau, apapun yang dia inginkan selalu Arka belikan. Tapi dengan begitu tidak tahu dirinya, wanita itu justru mencuri kartu Arka yang pada akhirnya membuat Arka memutuskannya.
Namun hanya berselang kurang dari satu bulan setelah mereka putus, wanita itu langsung mendapatkan pacar baru lagi. Dan orang itu kebetulan adalah rekan bisnis Arka. Dan bisa dibilang perusahaan laki-laki itu dengan perusahaan Dimas jauh leibih besar perusahaan keluarga Arka.
”Jarang ada yang mau sama Kak Arka, Tante. Iya siapa suruh muka bawaanya jutek terus, ya ceweknya jadi takutlah waktu mandang wajah Kakak. Mana jadi orang dingin sama kaku banget kalau sama cewek. Iyakan Kak Alea?”
Alea sempat bingung, dia sampai menengok ke kanan dan kiri saking geroginya. Dan saat dua mengubah pandangannya ke depan, tiba-tiba pandangannya dan pandangan Arka bertemu. d**a Alea langsung berdebar pada saat itu, sampai Alea benar-benar salah tingkah karenanya.
"Kak Alea ya belum tahu Sayang, kan Kak Arka sama Kak Alea jarang ketemu sebelumnya," sahut Selena.
Alea sangat lega, karena akhirnya dia terselamatkan dari pertanyaan aneh yang dilontarkan oleh Lyla karena Selena.
"Kenapa pandangan kita harus ketemu sih, bikin malu saja. Kalau kaya gini jadi ketahuankan aku lagi merhatiin dia," kata Arka dalam hatinya.
"Ya Tuhan, kenapa d**a aku jadi berdebar-debar seperti ini?" batin Alea.
"Tarik nafas Alea, kamu harus tenang dan jangan salah tingkah," kata Alea dalam hatinya.
Lyla sadar akan perubahan sikap Alea, dan wajah Alea juga memerah saking geroginya. Lyla langsung berinisiatif untuk melihat ke arah sang Kakak.
Melihat Arka yang curi-curi pandang ke arah Alea membuat Lyla semakin yakin kalau Alea salah tingkah karena dipandang oleh sang kakak.
"Ya ampun kenapa mereka gemes banget sih. Jadi pengen ikut comblangin kalau kaya gini. Gemesnya kakak aku dan calon kakak iparku," kata Lyla dalam hati sambil senyum-senyum tidak sendiri tidak jelas.