BAB 42. Perhatian

1230 Kata

Kondisi Anggreni sudah pulih, bahkan sudah diizinkan pulang setelah menjalani beberapa pemeriksaan dan melaakukan dialisis. Hanya satu yang belum berubah, sikap Anggreni yang mengabaikan Anggasta, seolah masih menyalahkan pria itu atas apa yang terjadi. “Gren,” panggil Anggasta berniat menggandeng tangan wanita itu tetapi ditolak mentah-mentah. Anggreni lebih memilih untuk menggandeng tangan Bella, tertawa dan  mengobrol dengan gadis kecil itu. “Really, Bella suka cake? Varian apa, Sayang?” tanya Anggreni “Coklat. Bunda selalu buatkan kalau lagi gak ada kerjaan,” sahut Bella “Hem, sepertinya Mama bisa membuatkannya untukmu juga,” ucap Anggreni yakin Bella terlihat antusias. “Nanti kita coba sama-sama ya,” lanjut Anggreni “Hem, pasti seru. Bella bisa bantuin nabur coklatnya,” sambun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN