Menganggu Saja

1452 Kata

Mataku sulit sekali terpejam, pikiranku kacau. Aku bangun beranjak ke meja kerjaku menyalakan laptop, mengalihkan ke pekerjaan mungkin bisa membantu. Tapi, ternyata kepalaku semakin pusing. Bayangan Khalisa itu kembali hadir mengusik pikiranku. Mengingatkan aku kembali pada malam panas itu. Bagaimana rasanya wanita yang paling aku cintai, kemudian pergi selama-lamanya dengan meninggalkan luka, saat melahirkan putriku Muna, rasanya ... sungguh luar biasa sakitnya. Susah payah aku mengeringkan lukaku, mengubur masa lalu dan segala kenangan tentangnya. Dan juga kenyataan bahwa hanya dia wanita yang pernah aku cintai, sampai detik ini. Aku memang trauma mencinta, tapi aku tak bisa membohongi rasa dan diriku sendiri bahwa aku bergetar hebat jika dekat dengan Khalisa, sebesar apa pun luka ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN