Menghindar

1391 Kata

"Jadi?" "Kami sudah putus asa, Khalisa." Aku terdiam merasakan sesak yang tak terkira. "Khalisa." Aku tersenyum kecut. "Iya, Ma." "Maaf jika kesannya, kami semua memojokkanmu. Tapi baru beberapa hari di sini kamu sudah bisa mencuri hati Mama. Kau gadis yang baik. Terima aksih telah menengkan Luna." Baik, tapi tidak dengan nasibku bukan. Wanita itu meraih tubuhku dan menenggelamkanku dalam pelukannya. Perempuan yang saat ini menjadi Ibu mertuaku. Bahkan pelukannya membuatku merasa nyaman. Aku tahu mungkin wanita itu juga kasihan terhadapku. "Yang kuat ya, Khalisa. Aku yakin semua akan membaik." "Tidak akan membaik, Ma. Bahkan Mas Hanan sudah punya wanita lain." Wanita paruh baya itu tersenyum. "Iya, Mama tahu ini akan sangat sulit. Tapi percaya sama mama kamu akan menemukan b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN