Setelah beberapa saat terdiam, Damar lalu memandang Gendhis penuh rasa cinta, Gendhis terlihat begitu bahagia saat Damar memandangnya, pipinya merona merah muda dan senyuman manis menghiasi bibirnya. "Sekarang kita akan ke mana?" tanya Damar. "Cari makan, aku sudah lapar," ucap Gendhis dengan nada manja. Damar tersenyum sambil memencet hidung mancung Gendhis, lalu dengan manja Gendhis merebahkan kepalanya di bahu Damar. "Kita mau berangkat, pakai sabuk pengaman dulu, Dik." "Pakaikan, ya!" pinta Gendhis manja. Damar tersenyum manis lalu tangannya dengan cekatan memakaikan sabuk pengaman untuk Gendhis. "Sudah aman, Ayuk berangkat!" "Iya, Sayang." "Sayang, katamu?" tanya Damar saat Gendhis mengucapkan kata sayang untuk dirinya. "Kenapa, kamu tidak mau aku panggil Sayang?" "Mau, tap

