Mereka berdua sudah selesai makan malam dan kembali naik ke dalam mobil. Damar bingung mau ke mana, ia hanya duduk diam di belakang kemudi. "Mas Damar kok, diam aja?" tanya Gendhis, "ayok, jalan!" imbuhnya. "Ke mana?" "Ya pulang, lah!" "Balik ke kos, kamu?" tekan Damar. Gendhis terdiam sejenak, ia seperti memikirkan sesuatu, lalu memandang Damar dengan seksama. "Balik ke tempat Mas Damar aja, ya!" "Ada Doni di sana, Dik!" "Paling Mas Doni sudah tidur, lagian ini dah larut malam, Mas." "Betul, juga katamu, pasti Doni dah tidur." "Yuk, balik, Mas!" "Tunggu! Aku tidak mau ambil resiko dengan Doni yang ada di tempatku. Gini aja, kita nginep di apartemen dekat kos kamu itu." "Yang di jalan Menur?" "Iya, yang dekat dengan Klampis itu lo!" "Iya, yang dekat kos aku itu apartemennya i

