Sikat aja, Broo!

1143 Kata

Setelah menelepon Wulan, ia ke luar dari kamar mandi dengan wajah kesal. Damar kesal dengan Wulan yang mengganggu kesenangannya adalah. "Pagi-pagi sudah bikin aku emosi!" gumamnya. Damar lalu melihat ke arah tempat tidur, di atas kasur terbaring Gendhis yang masih tidur lelap berselimut bedcover warna putih. "Sudah jam tujuh, kenapa belum bangun? Andai saja aku tidak mikir pekerjaan, aku pasti nyusul tidur lagi," gumam Damar. Saat Gendhis masih terlelap dalam mimpi indahnya, Damar sudah selesai mandi dan berpakaian rapi, ia bermaksud untuk kembali ke tempat kerjanya tanpa membangunkan Gendhis. "Dia masih tidur lelap, kasihan kalau aku bangunkan." Damar meraih ponselnya dan bersiap pergi, tapi saat mau pergi ternyata Gendhis menggeliat bangun. "Mas Damar, mau ke mana?" Damar menoleh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN