Mobil Damar sudah sampai di depan rumah kos Gendhis, dari dalam mobil Damar melihat Gendhis berdiri di depan pagar dengan mengenakan gaun warna merah dengan rambut hitam tergerai indah. "Cantik sekali, bisakah aku menahan rasa ingin menyentuh gadis itu? Bagaimana mana kalau aku tak kuasa menahan rasaku?" gumam Damar. Damar turun dari mobil, tapi tidak segera berjalan ke arah Gendhis. Damar hanya berdiri mematung menatap tubuh indah Gendhis. "Aku bisa gila kalau begini, aduh! Mana kuat iman kalau lihat gadis cantik dan seksi begini!" Gejolak cinta yang membara membuat Damar terus menghela napas berat, tenggorokannya terasa kering saat memandang tubuh nan seksi yang berjalan ke arahnya. Damar menelan ludahnya, jantungnya berdetak kencang saat Gendhis semakin mendekat. "Huhf, apakah aku

