"Aku serius, Thik!" kata Damar. "Kamu kadang suka bercanda, jadi aku takut, kamu-" ucapan Bethik berhenti karena tepukan tangan Damar di atas pundaknya. "Kali ini, aku serius!" Melihat Damar yang begitu serius saat bicara, membuat Bethik yakin kalau Damar sungguh-sungguh. "Baiklah, aku akan menuruti apa katamu, Dar." "Sekarang kamu pulang, tapi besok saat aku hubungi, kamu harus segera datang ke rumahku." "Baik, aku tunggu kabar baik darimu," jawab Bethik sambil tersenyum bahagia. "Beres." "Baiklah, aku sekarang pulang dulu." Bethik beranjak dari tempat duduknya, ia lalu mengulurkan tangannya untuk bersalaman. "Assalamualaikum." *Wa alaikum salam." Damar menjawab salam sambil tersenyum, ia lalu mengantar Bethik sampai luar pintu rumahnya. Damar berdiri tegak dengan kedua tangan

