"Siapa yang di hati kamu, Beb?" Eros kembali menggoda Ayun dengan pertanyaan itu. Senyum dan tawa terus menghias bibirnya, berbanding terbalik dengan Ayun yang manyun, karena Eros tak berhenti terus meledeknya. Dalam hati ia berjanji, lain kali ia tak akan sembarangan bicara. "Nih ... makan, makan, makan." Ayun terus menjejali mulut Eros dengan kentang goreng hingga laki-laki itu tak bisa berkata apa-apa lagi. "Astaga ... udah, udah. Becanda, Ayun ... ya, ampun," ucap Eros dengan mulut penuh, tapi tawanya masih saja terdengar menyebalkan. Membuat manyun di wajah Ayun tak kunjung menghilang. "Erosss ih ... aku marah, nih." Ayun mulai keki berat. "Iya, enggak, enggak ...." Eros berusaha menetralkan ekspresi wajahnya seraya berdehem berulang kali demi mengatasi keinginannya untuk terus te

