Chapter 21 - Rama

1416 Kata

    Aku sudah punya firasat bahwa persidangan kali ini sama sekali tidak akan mudah. Apalagi dengan Ratu sebagai lawanku.     Aku menatap cemas pada Kirana. Dari awal kemunculan Ratu, wanita itu tak henti-hentinya memberikan tatapan intimidasi pada Kirana. Mungkin karena Ratu hampir tidak pernah mengalihkan pandangannya dari Kirana, wanita itu akhirnya menyadari tatapan sinis Ratu padanya.     Tanganku mengepal kuat saat menatap Ratu. Tidak kusangka satu-satunya wanita yang sempat menarik perhatianku itu ternyata seculas ini. Aku tahu sejak awal dia sama sekali tidak simpati pada Kirana, tapi aku juga tahu penolakanku padanya membuat kebenciannya pada Kirana menjadi dua kali lipat lebih besar.     Bukan, aku tidak membicarakan tentang tatapannya pada Kirana, tapi lebih ke semua yang di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN