“Dok, bagaimana keadaan Dio? Apa dia baik-baik saja?” tanyaku panik begitu melihat Dokter Hardian keluar dari ruang praktiknya. Dokter Hardian tersenyum menenangkanku. “Tenang saja, pahlawan kecilmu baik-baik saja kok. Dia hanya sedikit kelelahan.” Aku menarik nafas lega. Dalam hati aku sangat berterima kasih pada yang di atas. Aku kembali menatap Dokter Hardian dan mulai bisa memberikan senyuman tulus. ”Terima kasih, Dok. Tanpa Dokter, saya benar-benar tidak tahu apa yang harus saya lakukan bila tidak ada Dokter.” Dokter Hardian mengangguk. Pria itu baru akan membuka mulutnya kembali saat seorang perawat menghampirinya dengan tergopoh-gopoh. ”Dok, ada korban kecelakaan yang kritis, dia butuh banyak darah, tapi persediaan darah kita sudah habis. Saya sudah hubu

