Karena kecapekan Elvan mulai merasa tak enak badan setelah mengantar Mawar pulang, untungnya saja Elvan masih bisa bawa mobil dengan baik. Kalau tidak, bisa-bisa dia kecelakaan. Sampai di rumah tidak ada siapa pun dan itu membuat Elvan bingung. Pasalnya, semenjak mereka menikah dan tinggal serumah, Karin tidak pernah pulang malam atau ke luar rumah sebelum Elvan datang.
Elvan sudah tidak kuat, karena itu dia langsung naik ke kamar untuk beristirahat, tetapi malah Elvan tidak bisa tenang, karena Karin yang belum pulang. Alhasil, Elvan menelepon Karin dan untungnya diangkat. Awalnya, Karin berbicara dan terasa sekali cueknya. Hanya saja setelah tahu Elvan sakit gadis itu melunak. Entah kenapa Elvan yakin kalau Karin khawatir dan dengan kepedeannya yang tingkat dewa, Elvan memilih untuk tidur saja.
Sampai akhirnya tubuh Elvan peka dengan pergerakan di sekitarnya dan dia tahu kalau Karin sudah pulang.
“Kamu pulang?” tanya Elvan dengan mata yang masih ketutup.
Kari mencebikan bibirnya kesal. “Iyalah, kamu 'kan lagi sakit.”
Elvan tersenyum tipis—sangat tipis—bahkan orang yang melihatnya tak akan tahu bahwa itu adalah senyuman.
“Hm, aku lapar,” ucap Elvan, berharap Karin mau membuatkannya sesuatu untuk dimakan.
“Mau makan apa?” Dalam hati Elvan bersorak, jauh berbeda dengan ekspresinya yang tetap datar.
“Terserah.”
Akhirnya Karin turun ke bawah untuk membuatkan dia bubur ayam. Kalian tahu dakjuk tidak? Itu adalah bubur ayam dari Korea. Nah, Karin mau buat itu, karena hanya bubur itu saja yang paling gampang dibuat sepengetahuan Karin. Soalnya dia sudah lama berguru masakan Korea dari Gieska.
Hanya lima belas menit bikin dan buburnya sudah jadi. Selain dakjuk, Karin juga membuat Elvan jeruk hangat. Nah, satu lagi yang tidak boleh dilupakan adalah obat.
Setelah semua dikira sudah complete, Karin naik lagi ke atas dan mengantar makanan itu untuk Elvan.
“Yank, bangun dulu, makan,” ucap Karin setelah menaruh nampan yang ia bawa di atas nakas.
Elvan langsung bangun dari tidurnya. Dia juga langsung makan buburnya sendiri. Lagi-lagi Karin menatap sebal ke arah Elvan, padahal ia ingin menyuapi Elvan agar terlihat romantic seperti di novel yang sering ia baca.
TakGak lama makanannya udah habis, Setelahnya terus Elvan langsung minum obat dan menghabiskanhabisin jeruk hangat buatan Karin.
“Makasih.” Terus Ddiapun langsung tidur lagi.
Elvan benar-benar kelihatan lelahcapek sekali. Karin akhirnya ikut tiduran dan memeluk Elvan dari belakang. Karin bisa merasakan Elvan yang menggenggam tangannya dan bergumam sesuatu yang entah apa itu. Intinya, yang Karin tangkap adalah Elvan yang mengungkapkan cintanya kepada Karin.
Karin tersenyum senang lalu mengeratkan pelukannya. Walaupun ia masih mengingat posting-an Mawar yang benar-benar menyebalkan, tetapi Karin juga tak bisa berbohong karena ini pertama kalinya semenjak mereka menikah, Elvan kembali menyatakan bahwa ia mencintai Karin.
Seandainya Elvan bisa bersikap seperti ini setiap hari, pasti Karin akan sangat bahagia. Namun, Karin tidak ingin melihat Elvan yang sakit seperti ini, karena baginya, sakit Elvan adalah sakitnya juga.