“s**t!” Liam yang menerima telepon dari tuannya langsung bergegas ke kamar sang majikan kecil. Tadinya lelaki itu berleha-leha di sofa yang ada di tepi kolam renang, setelah diberitahukan marabahaya Liam sudah tidak bisa bersantai lagi. Fadli yang sudah tertidur sejak awal melenguh ketika pintu kamarnya diketuk, Liam yang tergopoh semakin menggedor-gedornya dengan keras seperti orang kesetanan membuat Fadli langsung terbangun dengan raut wajah bingung. “Tuan Fadli! Buka!” Fadli yang setengah mengantuk menjauh lunglai dari ranjang dan langsung membukakan pintu. Bocah itu tersentak saat Liam tiba-tiba menyeret lengannya menuju kendaraan roda empat yang ada di luar. “Kenapa?” Tanya Fadli bingung. Kesadarannya langsung pulih saat seorang pria dewasa menarik-narik lengannya tanpa memberi jeda

