Jika cinta tidak mampu mendewasakan, mungkin ini saatnya untuk mengevaluasi apa yang sesungguhnya mereka rasakan terhadap satu sama lain selama ini. Bisa jadi hanya karena sudah terlalu sering bersama hingga timbul rasa ingin memiliki yang begitu besar semata-mata agar tidak ditinggalkan. Semata-mata hanya karena takut ditinggal sendirian. Dan mereka bisa saja salah mengartikan hal tersebut sebagai rasa cinta. Namun, Fania tidak merasa demikian. Ia mencintai Dito sepenuh hati. Ia ingin hidup bersama dengan laki-laki itu selama mungkin. Dan selama proses itu, ia akan terus belajar untuk menjadi dewasa. Karena satu tahun usia pernikahannya masih terlalu dini untuk dijadikan sebagai tolok ukur bahwa cintanya dengan Dito tidak mendewasakan. Saat Dito pergi begitu saja dari apartemen dua hari

