Rasanya, semua hal seperti berjalan dengan begitu cepat. Ditemani Fania, Dito mengurus administrasi agar jenazah ayahnya bisa segera dibawa pulang ke rumah duka. Setelah urusan administrasi selesai, Dito dan Fania langsung bergegas masuk ke ambulans. Meninggalkan mobil mereka di parkiran rumah sakit khusus pegawai. Sementara ibunya Dito dan Mila sudah lebih dulu pulang, dijemput oleh om dan tantenya Dito yang langsung dikabari Mila sambil terisak-isak. Selama perjalanan, Dito sama sekali tak bicara. Ia hanya memandangi tubuh ayahnya yang tertutup kain putih dengan pandangan kosong. Di sebelahnya, Fania tak henti-hentinya mengusap punggung Dito dengan lembut. Sebelah tangannya yang lain berada dalam genggaman Dito. Sampai di rumah duka, suasana sudah sangat ramai. Dito bergerak seperti ro

