Baru sehari berlalu sejak Damar pergi meninggalkan dunia. Masih banyak pelayat yang datang ke rumah duka. Dan hal ini membuat Dito sibuk seharian. Semua orang yang ada di rumah tahu kalau Dito sengaja menyibukkan diri meski ia bisa saja membiarkan keluarganya yang lain yang menyambut para pelayat. Tidak ada yang menghentikannya. Sebab Dito butuh distraksi agar tidak tenggelam dalam kesedihan karena kehilangan. “Bang Dito belum makan dari tadi pagi,” kata Mila yang tahu-tahu muncul di samping Fania. Mengagetkan wanita itu yang tengah diam-diam memandangi Dito yang sedang berbincang dengan salah seorang pelayat, yang Fania tahu adalah kepala rumah sakit di tempat Dito bekerja. “Abis ini biar gue bujuk,” balas Fania yang sudah kembali memusatkan pandangan pada Dito. Beberapa saat kemudian

