“People make mistakes. All the time. Entah disengaja maupun nggak disengaja,” tutur Fania yang sejak dalam perjalanan menuju apartemen mengoceh tentang kesalahannya. “We got married. Itu bukan kesalahan. Aku, kamu, keluarga kita tahu kalau pernikahan kita bukan kesalahan. Tapi aku salah karena sejak awal menganggap pernikahan kita sebuah kesalahan, walaupun aku thu kalau itu bukan kesalahan. Dan aku mengacaukan semua dengan segala kekhawatiranku yang nggak jelas. I’m freaking out. Aku ketakutan memikirkan keseharianku yang nggak sama lagi karena tiba-tiba harus menikah. Minta pisah kamar, maksa kamu setuju soal kontrak, and everything−” “Fania, kamu bisa diam, please?” potong Dito dengan agak ketus. “Aku lagi nyetir dan aku nggak bisa konsentrasi karena suara kamu mengganggu. Please just

