Bab 44

1644 Kata

“Nath, sorry ya soal sikap orang tuaku ke kamu. Pasti kamu ngerasa canggung banget,” ucap Terresa merasa bersalah, berdiri berhadapan dengan Nathan. Di sampingnya ada mobil Nathan, pria itu ingin segera pergi dari rumahnya. Terlihat sekali dari wajah suntuk Nathan. Sudah tiga jam Nathan berada di rumah Terresa, mengobrol bersama orang tua Terresa. Seperti biasa dalam beberapa jam, Nathan sudah bisa memikat hati mereka. Dengan pesonanya saja ibunya—Tania—langsung menyukai Nathan. Terresa yakin sekali, Nathan akan bisa beradaptasi di mana pun pria itu tinggal. Nathan mengobrol santai bersama Tania dan Tama, seolah Nathan sudah mengenal Tania dan Tama lama. Kedua tangan Nathan bersembunyi di balik kantung jaket tebal. Cuaca malam ini tiba-tiba memburuk. Gelap, karena bulan tertutup oleh aw

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN