“Ish…” Jefry mendesis sambil memegangi sudut bibirnya yang berdarah akibat serangan tak terduga yang baru saja diterimanya. Selain terkejut, lelaki itu juga bingung. Otaknya tak bisa mencerna dengan baik peristiwa yang sedang berlangsung saat ini. Pandangannya kini bahkan berkunang-kunang. Ia pun tampak menggelengkan kepalanya, mencoba meraih kesadarannya kembali. “Dimana anak saya!” belum sempat fokus Jefry kembali sepenuhnya, sebuah pukulan sudah kembali mendarat tepat di wajahnya. Lelaki itu terhuyung ke belakang, dank arena tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya, tubuh lelaki itu pun terjatuh dan menimpa meja kaca hingga kaca tersebut pecah dan berhamburan di lantai. Satu hal yang Jefry sadari, suara itu terdengar seperti suara Pak Surya. Iya. Jefry sangat yakin seratus persen, lelaki

