Selepas mandi, pria bernama John Blooms ini kembali menuju ke ruang tamu, tapi sosok wanita tadi dan istrinya sudah tidak ada. Dia baru sadar kalau memang merasakan keberadaan mereka bukan di dana, melainkan di kamar tamu. Dia pun segera mendatangi tempat itu.
Di kamar tamu, terlihat kalau istrinya sedang berbincang dengan wanita yang telah dia selamatkan.
“Kau sudah sadar?” John tidak terlalu terkejut melihat wanita itu bisa duduk bersandar di bantal dengan kondisi yang sudah membaik. Wajahnya pun tidak pucat lagi, tidak terlihat seperti sebelumnya yang terkena racun. Hanya dalam hitungan menit dia bisa sembuh.
Padahal, sekalipun sudah diberikan penawar racun, manusia biasa rata-rata baru akan sadar setelah delapan sampai dua belas jam, itu pun masih lemah. Sekarang, John percaya kalau Addy memang bukan penyihir biasa. Dia menjadi penasaran sehingga langsung saja mendekat, dan memotong pembicaraan mereka dengan bertanya, “kurasa kita bisa saling mengenalkan diri, Nona ...”
“Aku Adelaide. Panggil saja aku Addy. Aku ... Seorang penyihir.” Addy mengenalkan diri.
Mary, istri dari John, kelihatan sudah akrab sekali dengan wanita itu, lalu menjelaskan, “dia dikejar warga begitu ada yang mengetahui kalau ramuannya mengandung sihir. Tapi, orang-orang sekarang sangat sensitif saat mengetahui sihir, sekalipun itu untuk membantu atau tidak.”
“Apa maksudmu?” John heran.
“Nona ini memberikan obat untuk seorang anak yang sedang sekarat karena jatuh dari jurang, kebetulan ramuannya itu yang paling baik, saat itu dia menolong karena memang situasinya darurat dan kalaupun anak itu dibawa ke rumah sakit, pasti akan lama dan kemungkinan buruk pasti akan terjadi.”
“Jadi?”
“Jadi, dia memberikan ramuan sihirnya yang membuat anak itu sehat kembali dalam hitungan menit. Itu memang ramuan yang sangat menakjubkan menurutku, aku baru tahu ada ramuan yang seampuh itu ...”
Addy menambahkan, “aku sedang mempelajari ramuan awet muda, sebenarnya konsep dari ramuan itu adalah mengganti sel yang rusak lebih cepat, jadi luka dalam yang dialami oleh si anak bisa langsung sembuh. Tapi, itu malah membuat tuduhan yang menggila padaku, aku mulai diincar, bahkan orangtuanya anak itu masih mengira aku berusaha mengguna-guna anaknya, padahal aku hanya ingin menolong.”
“Begitu ya,” ucap John terlihat biasa saja, bahkan tidak kaget. Dia mengangguk paham. “Itu memang bisa dimaklumi, warga semakin menggila, terutama di kota kecil begini yang masih menganut gereja taat, dan pihak pemerintah yang jelas sangat terobsesi pada makhluk non manusia.”
“Sekali lagi terima kasih, Tuan Blooms.” Addy benar-benar tidak bisa menyampaikan betapa bahagianya dia bisa hidup. “Tapi, aku tidak tahu lagi, kalau aku ketahuan oleh para warga, aku pasti akan diincar kembali.”
Mary menggeleng. “Jangan khawatir, rumah ini berada di wilayah sebelah, lumayan jauh dari desamu. Lagipula disini orang-orangnya tak terlalu ikut campur, bahkan jarak rumah kami dengan mereka juga jauh. Asalkan kau tetap di dalam rumah dalam beberapa Minggu, pasti desas-desus penyihir akan hilang. Kau akan mendapatkan tempat disini dan identitas, sisanya biar kami yang mengurus.”
“Kalian baik sekali, aku tidak tahu kenapa kalian mau membantuku? Apa untungnya?”
“Membangun orang tidak perlu mencari untung.”
“Tetap saja, sebenarnya siapa kalian ini? Maksudku aku tahu kalian adalah Tuan dan Nyonya Blooms.”
John tersenyum. “Istriku belum bercerita semuanya, ya? Ya kami ini John dan Mary Blooms. Aku sebenarnya adalah manusia serigala berdarah campuran, dan istriku adalah seorang keturunan penyihir, tapi ... Tanpa sihir.”
Mary mengangguk. “Iya, aku seorang squid, istilah yang terakhir aku tahu merujuk pada kelahiran keluarga penyihir yang tidak bisa melakukan sihir. Itulah aku.”
Addy tertegun selama beberapa detik. Dia memandangi Mary dan John bergantian. Dia sama sekali tidak bisa merasakan aura berbeda. Bahkan, dia sudah menganggap kalau mereka berdua hanyalah manusia biasa.
“Aku tidak percaya ini.” Dia mengatakan itu kemudian. “Kalian. .. tampak seperti warga biasa yang normal.”
John tertawa sedikit. “Kau pun terlihat seperti wanita muda biasa. Semua orang seperti kita memang terlihat seperti orang biasa, Nona.”
“Astaga.” Addy masih tak percaya itu.
Mary ikut tertawa melihat ekspresi itu. “Kau lucu sekali. Sudahlah, semua makhluk hidup itu sama saja, yang membedakan adalah tabiatnya. Kalau manusia biasa sampai sekejam itu, maka mereka itu iblis yang harus dibenci, kalau ada iblis yang baik, maka tak harus dibenci.”
Addy melihat John lagi. “Jadi, saat kau berada di hutan itu dan tidak memakai baju ... Maaf, itu ...”
John mengangguk. “Iya, kemarin adalah bulan purnama, setiap bulan purnama aku tidak bisa mengendalikan diri tanpa meminum obat. Jadi, aku harus menjauh dari kerumunan orang, terutama Mary, aku benar-benar buas saat itu. Berbeda dari manusia serigala berdarah murni yang sanggup menahan kebuasan mereka saat purnama, aku tidak bisa melakukan itu. Itu menyedihkan, tapi mau bagaimana lagi, memang aku manusia serigala berdarah campuran.”
Mary mendekati suaminya itu. Ia tersenyum penuh cinta. “kau jangan berkata begitu, suatu hari nanti kita akan memiliki obat yang bisa membuatmu kebal pada pengaruh bulan purnama. Kau bersabarlah saja, Tuan Moor sedang berusaha membuatkan obatnya.”
“Jadi kau menahan diri dengan obat-obatan?” Addy mulai bisa memahami tentang pasangan unik itu
“Iya. Aku menolongmu juga karena aku sangat dekat dengan para penyihir akhir-akhir ini. Aku kasihan padamu, kebanyakan warga desa memang keterlaluan.”
“Tuan Moor ini penyihir ? Dan obatnya berarti ...”
“Iya, dia penyihir dan obat itu adalah ramuan sihir yang bisa menahan ku berubah buas saat bulan purnama. Hanya saja kemarin stoknya habis, pria itu sudah tua, aku tahu membuat obat semacam ini akan menguras tenaga. Apalagi, aku tidak pernah melihat ada obat seperti ini sebelumnya, aku benar-benar ketergantungan. Efeknya cepat dan tidak memiliki keburukan setelah meminumnya.”
“Jadi begitu ..” Addy mulai bersemangat. Dia tidak mau hanya berdiam diri, diperlakukan layaknya tamu, tanpa punya kesempatan untuk membalas Budi. “sebentar....”
“Ada apa?”
“Kalian tahu kan aku ini penyihir yang ahli dalam ramuan sihir ...”
“iya, lantas kenapa?”
“aku akan membantumu untuk menciptakan obat tersebut. Bahkan aku akan berusaha mencari obat yang akan membuatmu permanen bisa mengendalikan diri setiap bulan purnama. Dengan begitu kau tidak perlu meminumnya setiap akan melihat bulan purnama ...”
John dan Mary terkejut. Mereka tidak menyangka wanita yang mereka selamatkan ini benar-benar sosok yang baik.
“Kau tidak perlu melakukan itu untuk membalas Budi, setidaknya kau istirahat saja. Lagipula bulan purnama sudah berlalu, dan aku hanya perlu menunggu Tuan Moor memberikan stok padaku.” John berkata dengan ramah.
Addy menggeleng. “Aku sangat suka membuat ramuan, jadi tolong jangan kecewakan semangatku, Tuan Blooms. Aku ingin membalas Budi apa yang sudah kalian lakukan padaku. Tolong. Aku memang tidak bisa menjanjikan apakah obatnya nanti akan manjur tapi aku berjanji akan berusaha untuk membuatnya.”
Marry, yang berhati baik, langsung tersenyum. “baiklah, aku akan membantumu mencari bahannya. Aku juga ingin suamiku tidak kesakitan saat mendekati setiap mendekati bulan purnama.”
John mendengar itu dengan terharu sampai diam saja. Tatapan matanya terarah pada sang istri. Tanpa dia sadari seulas senyuman tersungging di bibir tersebut.
***