Demi Mama

1519 Kata

Air matanya hampir menetes lagi ketika ia mendengar suara ketukan di pintu rumah. Ia masih belum bisa melupakan kejadian itu. Di luar sana nampak ada seseorang sedang berdiri ingin bertemu dengan dirinya.  Tapi siapa? Novi sudah berangkat kerja sejak tadi setelah membelikan obat sakit kepala untuknya. Apa mungkin teman serumahnya itu balik lagi? Ketukan di depan pintu yang semakin intens durasinya membuat Ranti tidak bisa tetap tinggal diam. Dengan tertatih ia keluar dari kamar menuju ruang depan. "Iya, sebentar!" Ranti menyahut, meredam ketidaksabaran sang pengetuk pintu. Ranti memutar knop. Dan… Begitu mengetahui yang datang mengunjunginya adalah lelaki yang sudah membuat jengah dirinya, membuat rasa benci dan kemarahannya kembali mengubun-ubun. "Jangan ditutup. Saya mau ngomong sam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN