Sungguh sial nasib Meilani, kali ini dia gagal sudah menjadi seorang karyawan perusahaan.
Sudah gagal dan malah dikejar-kejar bos m***m. Meilani tahu kalo paras dan tubuhnya memang membuat para mata kaum Adam selalu terpesona. Sudah sering kali Meilani mendapatkan perlakuan tidak enak dari laki-laki yang hanya memandang fisik dan paras wanita yang aduhai.
Sebenarnya aku mendapat anugerah atau kutukan? Kenapa rasanya dengan memiliki paras cantik aku selalu mendapat kesulitan?
Pertanyaan itu sering kali Meilani pikirkan. Karena selama ini yang dia temui tidak selalu hal yang bagus. Sejak SMA sampai tamat kuliah, Meilani tidak punya satu teman wanita yang dekat dengannya. Malah yang ada jumlah yang benar-benar dekat dengannya hanya beberapa orang saja. Sisanya menaruh dendam dan iri hati padanya.
Hal yang tidak enak lainnya yaitu jika dia bertemu dengan lelaki m***m, playboy, f**k boy, hidung belang dan mata keranjang dan sejenis lainnya, Meilani selalu dihantui dengan perlakuan pelecehan fisik ataupun verbal. Maka dari itu dia memang selalu bersikap kasar dan tidak manusiawi pada lelaki bercap m***m.
Dan itu berlaku untuk orang yang bernama Jonathan Lee, sekalipun dia adalah konglomerat, chaebol (sebutan anak konglomerat Korea), atau seorang sultan pun Meilani tidak akan memberikan kesempatan sedikit pun.
"Dasar orang gila, berani-beraninya tadi dia menipuku!" dengkus Meilani sambil membanting pintu kamar kontrakannya.
Dia membuka setelan bajunya dan menggantungnya di atas kastok baju. Hanya memakai dalaman saja Meilani langsung merebahkan dirinya di kasur tipisnya dan menyalakan kipas angin lantai.
Meilani mengatur napasnya itu perlahan. Tubuhnya terasa lelah juga tadi bekerja paruh waktu di restoran Axel. Dia memang sering menggantikan salah satu pekerja restoran yang tidak masuk dan dia selalu mendapat upah harian.
Axel adalah teman kuliahnya dulu. Dia meneruskan bisnis orangtuanya di sebuah restoran mewah.
Suara nada dering ponselnya mengurungkan niatnya untuk langsung tidur. Meilani terbangun dengan agak malas dia mencari ponselnya di dalam tasnya tadi.
Meilani melihat nomor baru yang menghubunginya.
Aishhh. Siapa lagi sih ini, malas banget kalau nomor yang pura-pura salah sambung.
Meilani menggeser tombol merah untuk menolak panggilan telepon itu. Dia terlalu lelah untuk merespon panggilan yang tidak dikenal.
Dia kemudian melanjutkan rebahannya. Sungguh lelah dan rasanya Meilani ingin pergi ke luar bumi saja. Andai saja ada pendaftaran gratis pergi ke luar angkasa dan tinggal di sana. Meilani akan pergi mendaftar. Dia sudah terlalu lelah dengan kemalangannya ini.
Baru saja dia hendak terpejam. Suara nada dering kembali lagi terdengar.
Aaaaaaarggg. Kenapa aku tidak bisa tenang sedikit saja hari ini?
Sambil menggerutu kesal, Meilani melihat lagi layar ponselnya. Dan masih sama dengan nomor yang tadi.
"Eeeerrrrrgh!" Meilani menderam kesal sambil mengepalkan tangannya karena merasa kesal.
Sambil mengatur napasnya karena kesal tadi, Meilani mengusap dadanya agar hilang semua kedongkolannya sejenak. Dia pun menggeser tombol hijau. Ia terpaksa mengangkat panggilan telepon itu, kalau tidak ponselnya akan berdering terus.
Jadi, sebelum dia menonaktifkan ponselnya, dia akan memaki dulu si penelepon tadi. "Halo!"
"Selamat malam Nona Meilani, Aku Fransisco Jacob dari Lee Luxury Corporation --"
"Kenapa seharian ini perusahaan itu mengejarku. Apa sebenarnya yang kalian inginkan?" potong Meilani tidak memberikan kesempatan Frans untuk memberi tahu maksud dan tujuannya menelepon dirinya.
"Bukankah kau juga tadi yang meneleponku?" tanya Meilani dengan sewot.
"Iya betul Nona," jawab Frans.
"Katakan pada bos mu itu, aku tidak mau berurusan dengannya lagi. Dan lupakan tentang tes wawancara susulan itu. Aku sudah --" Meilani belum menyelesaikan pembicaraannya.
"Anda akan langsung diterima jadi sekretaris Presdir tanpa mengikuti tes wawancara lagi." Frans memotong pembicaraan Meilani dengan mengatakan kalau dirinya diterima bekerja di LLC tanpa wawancara.
"Apa katamu?" tanya Meilani terkejut. Namun setelah beberapa kemudian dia malah tertawa sinis.
"Ya itu benar Nona Meilani. Selamat!" ucap Frans.
"Tu-tunggu dulu. Ini sangat aneh. Apa ini bukan sebuah nepotisme kalau seperti ini?" tanya Meilani.
"Ini kehendak dari Bapak Presdir sendiri," jawab Frans.
"Wah ... wah ... kalian hebat sekali. Tanpa tes wawancara dan mengabaikan puluhan pelamar lainnya, kalian terima aku begitu saja. Apa itu tidak aneh?" kata Meilani dengan nada yang sarkas.
"Itu tidak aneh, dan itu memang hak prerogatif dari Presdir," jawab Frans.
"Hahahahaa ... aku semakin tidak mengerti jika aku diterima dengan mudah. Pasti ada sesuatu yang menjadi alasannya," ujar Meilani langsung peka.
"Itu nanti Pak Jonathan yang akan menjelaskannya secara langsung pada Nona Meilani," sahut Frans.
"Apa Anda siap dan berminat bergabung dengan LLC?" tanya Frans.
Meilani menarik napas panjang karena dia juga tidak memungkiri kalau tawaran itu sangat menarik. Namun, yang membuatnya ragu adalah sikap bos itu yang terlanjur dicapnya sebagai bos m***m.
"Tidak akan ada lagi kesempatan sebagus ini untuk mu Nona Meilani, bahkan di perusahaan di bawah level LLC pun, tidak akan mungkin Anda mendapatkan tawaran bagus ini," sambung Frans mencoba menarik minat Meilani.
Meilani tidak bisa menjawab, haruskah harga diri dan gengsinya dia gadaikan untuk sebuah pekerjaan itu?
"Kau tidak akan menyesal Nona jika bergabung menjadi karyawan LLC," ucap Frans sepertinya menangkap Meilani yang mulai tergiur.
"Aiiihh, aku tidak mungkin tertipu oleh bosku. Aku yakin dia punya niat lain padaku. Benar kan? Dia pasti ada tujuan tertentu kan padaku?" cecar Meilani.
Frans terdiam mendengar cecaran pertanyaan Meilani. Menyadari Frans yang tiba-tiba diam, ia semakin yakin kalau bos nya itu seperti yang sudah Meilani duga.
"Dia memang bos yang m***m dan penasaran sekali," celetuk Meilani terlalu percaya diri kalau Jonathan hanya tertarik dengan tubuhnya.
" Maaf Nona Meilani, sepertinya Anda salah paham dengan Pak Jonathan. Dia tidak m***m seperti yang Anda kira," bela Frans.
"Lantas?"
"Apa yang terjadi di ruangan kantor tadi pagi itu hanya salah paham dan Pak Jo tidak sengaja melakukan itu pada Anda," jawab Frans.
"Tidak sengaja bagaimana, jelas-jelas dia akan melecehkan saya, andai tidak ada yang masuk ke ruangan itu," ucap Meilani terdengar berapi-api.
"Nona Meilani ... sebenarnya yang terjadi dengan Pak Jonathan saat itu adalah ...." Frans tidak bisa mengatakannya.
"Ada apa. Jawab lah. Kalau tidak bisa menjawab itu artinya memang benar bos mu itu m***m dan pemain perempuan," cecar Meilani.
"Bukan ... bukan seperti itu Nona. Sebenarnya Pak Jonathan itu punya gejala aneh ...."
"Gejala aneh apa maksud mu?" Meilani mulai melembut.
"Pak Jonathan itu tidak suka dengan wanita ..."
"Astaga! Apa dia seorang gay?" tanya Meilani kaget.
"G-gay, bu-bukan gay. Eh dia hanya tidak suka dengan wanita. Itu saja," jawab Frans terbata-bata.
"Tidak suka wanita. Ya sama saja artinya kalau dia itu homreng," cecar Meilani semakin salah paham.
"Anggap saja seperti itu," jawab Frans tidak punya pilihan.
"Oh begitu, baiklah aku terima kalau begitu. Selama dia seorang yang tidak suka wanita, aku merasa aman kalau begitu," ucap Meilani.
"Benarkah?" tanya Frans.
"Oke, besok pagi aku akan ke kantor perusahaanmu lagi," ucap Meilani dengan nada suara yang lebih optimis
"Kalau begitu, sampai bertemu besok di kantor Nona Meilani," ucap Frans dan menyudahi percakapan telepon mereka dengan memutuskan sambungan teleponnya.
Yeeeeeey, beneran kah ini? Aku keterima kerja di LLC?
Meilani mencubit pipinya dengan keras sekali. Dan dia menjerit kesakitan disusul dengan suara teriak penuh kemenangan.
Ehh tapi beneran aman kan kalau dia seorang gay? Jadi aku tak perlu mengkhawatirkan dia m***m padaku. Jelas katanya dia sangat tidak suka dengan wanita. Tapi ini juga yang membuatku aneh. Kenapa dia menerima ku tanpa tes wawancara?
Meilani memutuskan untuk menanyakan langsung alasan mereka menerimaku menjadi pegawai di sana pada Jonathan.
Bersambung ...
Minta Tap love nya lebih banyak. Bantu promosiin juga. Jika dapat 30 tap, nanti makin rajin up.