"Namaku Rei, kau siapa? Apa kau tinggal di dekat sini? Kau tahu? Tidak banyak orang asing yang tahu tentang lokasi ini, pemilik tempat ini adalah kenalan baikku, bisa dibilang kawan baik. Kami kenal sudah lama sekali, sudah sejak kecil, dia pernah tinggal di sini saat kami berpisah beberapa saat. Sebentar memang, tetapi dia butuh tempat ini jika pikirannya terlalu kusut katanya. Atau saat dia terlalu lelah dan ingin berhenti, aku tidak tahu bagaimana dia bisa membeli tanah di lokasi seperti ini. Hahaha. Aku rasa dia tidak benar-benar membeli seluruh padang rumput ini, atau kalau iya aku akan sungguh memarahinya. Untuk apa dia beli tempat seperti ini? Aku tanya padamu, untuk apa coba?" Rei menatap ke arah lelaki asing yang ada di hadapannya, wajahnya terlihat serius dengan kening berkerut.

