Bab 25. Ujian Ketulusan

1829 Kata

“Bos, besok pagi kita harus terbang ke Jepang—“ “Reskedul ke minggu depan!” Gavin memotong omongan sekretarisnya yang sedang frustasi di seberang sana. Sudah tiga hari Gavin tidak masuk kantor dan Remon pusing sendiri menghandle kerjaan Gavin yang terbengkalai. “Tapi urusan kali ini sangat penting bos..” “Urusan saya yang sekarang lebih penting!” sanggah Gavin. Andai Gavin bisa melihat kalau Remon nyaris saja menggigiti ponselnya karena kesal. “Bonus tiga kali lipat gaji kalau kamu bisa menghandle kerjaan saya sampai seminggu ke depan!” Remon tidak jadi menggigiti ponselnya. “Dan jangan beritahu siapapun saya sedang dimana!” “Baik bos!” Remon langsung patuh. . . Ponsel Cila berdering berkali-kali. Cila yang baru saja selesai mandi sore buru-buru meraih ponsel yang masih berada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN