Bab 26. Sama-sama Masuk Rumah Sakit

1859 Kata

Menunggui pasien koma seorang diri membuat Cila benar-benar panik dan bingung. Si bapak penolong sudah pulang ke rumahnya. Untung saja setelah Cila melapornya kepada bundanya, sang bunda mau menemani. Ia tidak tahu harus menghubungi siapapun dari pihak keluarga Kenzo. Ponsel Kenzo diberi password. Andai dikunci sidik jari atau wajah, tentu Cila sudah memberdayakan tubuh Kenzo dari tadi. Ah, andai wajah mungkin akan gagal. Entah gawainya itu masih mengenali wajah pemiliknya. Cila hanya berharap akan ada panggilan yang masuk. Mudah-mudahan orangtua Kenzo tiba-tiba kangen atau mendapat firasat buruk lalu menghubungi anaknya. “Kamu nggak kenal teman nak Kenzo selain Naya, Cila?” Emilia, ibunda Cila menepuk bahu anaknya yang sedang bengong menatap layar ponsel Kenzo. ‘Anda sudah salah memas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN