“Siapa yang nyuruh kalian dandan rapi begini? Mana cakep lagi..” omel Cila saat mereka sudah berhasil membawa kabur kedua pemuda itu dari kawanan hyena betina. “Bukannya lo sendiri yang nyuruh gue tadi siang gak boleh dandan kaya gembel?” protes Kenzo. “Ini memang keseharian saya!” Gavin ikut menimpali. Cila mendengus kesal, itu benar! “Terus ngapain harus tepe-tepe segala?” kali ini Naya yang menyerang. “Itu alamiah Naya.. kami memang mempesona!” kekeh Kenzo. Tapi sedetik kemudian kekehan itu berubah jadi ringisan tatkala rusuknya dipilin Cila. “Apa? Mas Gavin mau bilang itu juga?” Gavin buru-buru menggeleng. Ia tidak mau badannya membiru. “Cewek kalau cemburu seram ya?” “Siapa yang cemburu?!” kedua gadis itu kompak mempelototi pacar masing-masing. . . Dalam kurun waktu kurang

