Dua buah koper besar di pegangan tangan, Salwa seret menuju gerbang. Mobil Abinya sudah menunggu. Hanya mobil. Sosok Abinya belum. Abinya masih berada di dalam rumah bersiap. Hari ini, jadwal penerbangannya menuju Australia. Persiapan penerbangan ini semuanya Salwa lakukan sendiri. Salwa tak ingin merepotkan satu orang pun. Salwa pergi tak sendiri, melainkan di temani guru pembimbing. Dan satu orang lagi teman berjuang satu Olimpiade, yaitu Yusuf. Pria itu sudah lebih dulu pergi menuju bandara. Salwa pergi sekalian bersama Abinya juga yang ingin berangkat. Tetapi bukan menuju Australia. Rute mereka berbeda. Dari kejauhan, Salwa melihat Abi dan Uminya berjalan mendekat. Sepasang suami istri bergandengan tangan mesra. Sebagai istri yang berbakti, sudah semestinya Lala menghantarkan Reza

